Air Limbah Pasar Genangi Jalan

Warga Kecewa, Berkali-kali Dilaporkan Tidak Ditindaklanjuti

92
Genangan air di pertigaan Desa Bonyokan Jatinom yang dikeluhkan warga karena berbau. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah warga dan pengguna jalan meminta dinas terkait segera membersihkan genangan air berbau di pertigaan depan Kantor Kepala Desa Bonyokan Jatinom.

Selain itu, warga juga mendesak DPU Penataan Ruang Klaten membenahi gorong-gorong di kawasan itu sebagai penyebab melubernya air limbah ke jalan itu.

Ditemui di depan Kantor Kepala Desa Bonyokan, warga mengaku terganggu akibat bau air limbah yang menggenang di jalan. Sudah berkali-kali dilaporkan ke DPU UPTD Jatinom namun tidak pernah ditindaklanjuti.

“Airnya bau sekali. Air ini berasal dari gorong-gorong. Sekarang cuaca cerah tapi air gorong-gorong meluber ke jalan. Dulu air meluber ke jalan pada saat hujan saja,” kata Sunardi, warga Desa Bonyokan, Kamis (05/07/2018).

Dia menceritakan air yang mengalir di gorong-gorong merupakan limbah rumah tangga dan pasar. Karena pada saat tidak hujan pun ternyata air meluber ke jalan maka dia memperkirakan gorong-gorong itu tersumbat.

Baca Juga :  Penyair Alumni Kampus Biru Tampil di Tembi

Namun, kata dia, apapun alasannya sudah seharusnya dinas terkait segera membenahi dan menindaklanjuti laporan warga. Sebab warga Desa Bonyokan tidak henti-hentinya melapor jika ada genangan air di jalan itu.

Kekecewaan serupa diungkapkan Edy Raharjo, pedagang hewan di Pasar Hewan Bonyokan. Meski dirinya tidak tinggal di sekitar pertigaan Desa Bonyokan namun dirinya merasa terganggu akibat bau menyengat dari genangan air itu.

“Terus terang saya bukan warga sekitar sini tetapi saya sering lewat sini dan airnya bau sekali. Coba lihat genangan air di jalan ini berbuih dan mengganggu banyak orang,” jelasnya.

Karenanya, kata dia, dinas terkait harus tanggap dan menindaklanjuti laporan warga. Sebab dirinya yakin sudah ada warga yang laporan.

Genangan air di ruas Jalan Jatinom-Boyolali tepatnya di pertigaan Desa Bonyokan berasal dari gorong-gorong yang ditata Pemkab Klaten pada tahun 2015.

Baca Juga :  Anak Sehat Berawal dari Isi Piringnya

Gorong-gorong itu ditata dengan dipasang keramik dan bak kontrol di atasnya. Pemasangan keramik itu mulai dari pertigaan Desa Bonyokan hingga Pasar Gabus Jatinom.

Namun dalam perjalanannya, beberapa saat setelah ditata ternyata gorong-gorong jebol mengakibatkan air meluber ke jalan. Itu terjadi pada saat hujan deras beberapa tahun lalu.
Ironisnya kerusakan gorong-gorong itu tidak dibenahi dan setiap kali ada genangan air di jalan pihak DPU Penataan Ruang Klaten selalu berkelit dengan alasan Jalan Jatinom-Boyolali merupakan jalan provinsi.

Alasan itulah yang membuat warga kecewa. Edy meminta dinas terkait segera mengatasi permasalahan itu dan membenahi gorong-gorong agar airnya tidak lagi meluber ke jalan.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPU PR Klaten, Suryanto, saat dikonfirmasi melalui pesan whattsapp menjawab akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah karena status jalan tersebut milik provinsi. (sol)