Air Mata Kemenangan Untuk Tim Senam Nasional

504
Tim senam SD 1 Banjarharjo, Desa Muntuk, Dlingo, guru olahraga Parmi Spd dan Kepala Sekolah Suwarno Spd syukuran kemenangan juara nasional senam bugar anak 2017 di sekolah tersebut, Senin (4/9/2017) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Air mata kepala sekolah SDN 1 Banjarharjo, Desa Muntuk , Suwarno Spd tidak bisa dibendung manakala digelar syukuran sebagai juara 1 nasional senam bugar anak tahun 2017 di sekolah tersebut, Senin (4/9/2017) sore.

Karena dirinya ingat bagaimana perjuangan enam siswa didiknya untuk bisa mendapat predikat terbaik dalam kejuaraan di Jakarta tanggal 23 dan 24 Agustus hingga akhirnya berhasil meraih piala ibu negara Hj Iriana Joko Widodo dan mendapat hadiah uang pembinaan Rp 15 juta. Enam siswa itu adalah Naila Safa Amelia (kelas 4 SD),Agni Nurul (kelas 5 SD), Khusnul Khatimah (4 SD), Ananda Alifia Cahyani (5 SD), Alidia Anggi Sagita (5 SD) dan Naysila Widianingrum (5 SD).

“Mereka itu dulu tidurnya pating glangsar di lantai dengan alas seadanya. Alhamdulillah mereka bisa juara,” kata Suwarno kepada koranbernas.id sembari menyeka air matanya.

Belum lagi perjuangan itu, pihak sekolah secara mandiri membiayai perlombaan di Jakarta. Karena memang mereka tidak mendapat akomodasi mengingat saat di DIY mereka hanya juara ke III.

“Bu Parmi ini perjuangannya sangat besar. Dia rela mengorbankan gaji yang dimiliki agar anak-anak ini bisa berlomba di Jakarta. Terima kasih sekali,”katanya.

Sedangkan Parmi mengatakan kalau di sekolah itu di biasakan menggelar senam setiap pagi dengan ‘instruktur’ juga dari siswa secara bergantian. Sehingga melatih mental sekaligus menyehatkan anak-anak tersebut.

“Anak-anak disini punya potensi yang bagus. Dan untuk perlombaan saya ajari 1,5 bulan,”katanya. Namun demikian, dirinya menggandeng pihak luar untuk mengkoreksi gerakan senam yang dilakukan anak didiknya. Pelatih dari luar adalah Lies Kraton dan Mak’e Supi dari Perwosi DIY.

“Saya memang ingin agar anak-anak didik di sini bisa maju dan berprestasi. Tidak hanya di tingkat Bantul bahkan DIY dan nasional,”kayanya. Kejuaraan yang didapat sekarang, menurut Parmi bukan yang pertama didapatkan, namun tahun 2012 pernah juara senam SKJ 2008 juga di tingkat DIY.

Sementara Mak’e Supi mengatakan untuk melatih anak-anak dan mematangkan gerakan ini, dirinya setiap hari datang ke sekolah, Menempuh jarak yang jauh, serta medan naik turun bukanlah penghalang bagi dirinya.

“Saya kesini setiap hari. Tidak apa-apa walau jaraknya jauh tetap saya lakukan,”katanya. Buah dari kerja keras tersebut akhirnya terjawab saat grup senam SDN 1 Banjarharjo meraih juara pertama dari 78 grup dari seluruh Indonesia dalam kejuaraan jalur nasional. Sedangkan untuk perseorangan Naila meraih juara 2 nasional diantara 167 peserta.

“Saya rasanya senang ikut lomba dan tidak grogi saat tampil,” imbuh Naila. Hal itu karena mereka sudah terbiasa berlatih dan melakukan performance di berbagai kesempatan. (yve)