Air Mata Mbah Wasijem Sambut Bupati

86
Bupati Bantul Drs H Suharsono menyerahkan bantuan sembako dan material bangunan kepada Mbah Wasijem warga Dusun Gunting RT 04, Desa Gilangharjo, Pandak, Rabu (18/04/2018) sore. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID— Bupati Bantul Drs H Suharsono melakukan kunjungan ke rumah Mbah Wasijem (62 tahun) Warga Dusun Gunting RT 04, Desa Gilagharjo, Kecamatan Pandak, Rabu (18/04/2018) sore. Kedatangan orang nomor satu di Bantul tersebut disertai Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto,Camat Pandak Dra Sri Kayatun dan pihak terkait termasuk anggota DPRD Bantul, Eko Sutrisno Aji.

Dalam kesempatan tersebut, selain berdialog dengan Mbah Wasijem raumahnya ambruk Senin (16/04/2018) lalu, juga berdialog dengan warga sekitar yang datang ke lokasi. Bupati juga menyerahkan bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Wasijem, serta material bangunan untuk membangun kembali rumah Mbah Wasijem.

Usai menerima bantuan, perempuan yang hanya hidup berdua dengan suaminya di usia senja tersebut nampak meneteskan air mata diantara kerutan wajah yang sangat kentara. Terpancar juga keharuan yang luar biasa.

Baca Juga :  Ratusan Penambang Pasir Kali Progo Protes

“Kulo maturnuwun sanget sampun diparingi bantuan niki. (saya terima kasih sekali sudah diberi bantuan ini),” ujar Mbah Wasijem terbata-bata.

Rencana bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun kembali rumahnya yang ambruk dua hari silam. Rumah berdinding gedheg (anyaman bambu,red) tersebut memang sudah berusia tua karena puluhan tahun tidak direhap. Begitupun beberapa bagian rumah sudah dimakan rayap.

“Jadi pas Senin pagi saya sudah dengar suara rumah gemeretek gemeretek. Terus saya pergi ke rumah kakak saya untuk memberi tahu. Ternyata pas disana dikabari rumah sudah ambruk,” katanya berkaca-kaca.

Beruntung dirinya maupun suami tidak sedang berada di dalam rumah sehingga selamat. Hanya saja satu dari lima ekor kambing peliharaanya tertimpa dan kakinya patah, sehingga dijual murah.

Baca Juga :  Sudjud, Seniman Lintas Zaman yang Panjang Umur

Sementara Bupati berharap bagi korban yang terkena musibah agar sabar.

“Jangan dipikir dalam-dalam. Nanti yang akan menangani ini pemerintah,” paparnya.

Sementara untuk tempat tinggal sementara, warga sekitar sudah membuatkan tenda istirahat dan juga tempat transit yang dibangun secara gotong royong. (yve)