Air Mata Mensos Khofifah Bercucuran

164
Bupati Bantul Drs H Suharsono memberikan informasi kepada Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke posko pengungsian di Balai Desa Kebon Agung, Sabtu (2/12/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Air mata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bercucuran saat menyerahkan bantuan kepada korban bencana DIY yang dipusatkan di Balai Desa Kebon Agung, Imogiri, Sabtu (2/12/2017). Berkali-kali Khofifah nampak memeluk penerima bantuan untuk memberikan kekuatan kepada keluarga korban. Ada yang baru menikah sebulan suaminya meninggal, ada yang orang tua dan anaknya yang masih bayi tertimpa longsor hingga ketiganya meninggal dunia, ada yang ibunya menjadi korban bangunan ambruk dan penerima bantuan lainya.

Total bantuan yang diserahkan Rp 1,8 miliar terdiri Rp 165 juta untuk 11 ahli ahli waris se DIY, santunan korban luka bagi 4 orang dengan masing-masing menerima bantuan Rp 10 juta, paket sembako bagi ahli waris dan keluarga korban luka masing-masing Rp 2 juta, bantuan logistik permakaman dan sandang Rp 633 juta serta alat kebersihan Rp 1,07 miliar.

Baca Juga :  Mayat Bayi Itu Diberi Nama Ajeng Kliwon

Di depan ratusan pengungsi, Khofifah mengatakan bagi korban bencana yang ada di Bantul dan wilayah lain akan mendapatkan bantuan. Untuk itu kepada aparatur pemerintahan termasuk yang ada di Bantul diminta untuk membuat data secara valid, sehingga tidak ada yang terlewat untuk menerima bantuan.

“Kita akan bantu para korban bencana yang di Bantul. Untuk itu saya minta pak bupati dan jajaran agar menyusun data yang valid sehingga bantuan bisa kita segera berikan sesuai yang berhak,” kata Mensos.

Adapun bantuan untuk rumah yang ambruk Rp 25 juta sharing dengan pemerintah daerah. Sedangkan untuk yang mengalami rusak berat akan mendapatkan tunjangan berupa jaminan hidup yakni Rp 900.000 per jiwa.

Baca Juga :  Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Sekuat Tenaga

“Jadi nanti tinggal dikalikan saja berapa jumlah jiwa dalam rumah tersebut,”kata Khofifah.

Pada kesempatan tersebut dirinya juga mengharap kepada masyarakat untuk kuat dan tabah dalam menghadapi segala cobaan. Serta selalu meningkatkan kewaspadaan apa lagi dalam cuaca yang tidak baik seperti saat ini. Mensos juga berkesempatan memimpin doa bagi para korban bencana.

Sedangkan bupati berharap masyarakat untuk bisa guyup rukun untuk bisa pulih dari terjangan bencana seperti sekarang ini.

“Semangat gotong royong ini menjadi modal untuk kita semua bangkit dari keterpurukan,” tandasnya. (yve)