Air PDAM Empat Hari Tak Mengalir

151

KORANBERNAS.ID — Warga Perumahan Sukosari Desa Kebonsari Temanggung dan sekitarnya kembali mengeluh. Sudah empat hari air PDAM tak mengalir. Air sempat mengalir hanya beberapa jam namun keruh dan berlumpur.

Ketua Yayasan Peduli Anak Bangsa (YPAB) Kabupaten Temanggung, H Sudigwo, yang kebetulan warga Sukosari ketika dihubungi wartawan, Selasa (03/04/2018), mengatakan alasan yang disampaikan PDAM sedang ada perbaikan jalan dan jaringan merupakan alasan klasik.

“Itu alasan yang diduga dibuat-buat seperti menghadapi anak lulusan TK saja. Sekitar empat atau lima bulan lalu alasannya juga sama,” ujarnya di RM Ani Parakan.

Perbaikan jalan mengakibatkan jaringan air PDAM kejawil bego sehingga berbulan-bulan air tidak lancar. “Dengan alasan sama katanya setelah diperbaiki jaringan tersumbat. Sekarang alasanya sama juga, katanya jaringan air PDAM di Desa Cat Gawen Parakan jalan Jurusan Parakan-Wonosobo ke konsumen kejawil bego karena ada perbaikan jalan, setelah diperbaiki sekarang tersumbat lumpur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sejumlah 270 KK Perajin Gerabah Terancam Bangkrut

Menurut dia, alasan tersebut tidak masuk akal. Jaringan air PDAM itu besar dan jika macet pasti kelihatan dan tidak usah dicari. “Terlihat ada dugaan ketidakkeseriusan dan kurang profesional,” ungkapnya.

Humas PDAM Temanggung Tri Joko ketika memimpin langsung pengedropan air bersih di rumah H Sudigwo di Perum Sukosari mengatakan, pihaknya mengapresiasi laporan warga sehingga bisa ditindaklanjuti. “Saya semalaman tidak tidur karena terus memantau lapangan,” kata Tri Joko.

Ditanya soal koordinasi dengan pemborong yang sedang melakukan perbaikan jalan, dia mengatakan sudah dilakukan. Pemborong juga sudah memetakan. Kebetulan jaringan air melintang di bawah tanah yang harus dikeruk untuk selokan.

Sudigwo berharap masalah ini segera diatasi jangan sampai berlarut larut. Apalagi menurut informasi sampai dua bulan. “Itu namanya kurang memperhatikan konsumen, masak cuma cari jaringan yang bumpet sampai berhari-hari. PDAM kan profesional punya gambar dan denah, mana yang bumpet dilokalisir diketok terus disambung. Kalau itu saja tidak bisa ya ketelaluan. Masak manusia kalah dengan jaringan air yang dibuat sendiri. Sewaktu memperbaiki, pusat dimatikan sementara biar lumpur tidak masuk,” paparnya. (sol)

Baca Juga :  Ini Dia Cara Kampus Jaga Peradaban Bangsa