Air Sumur di Desa Ini Terasa Asin

Warga Terpaksa Beli Seharga Rp 2.500 Per Jerigen

136
Dirut PDAM Tirta Merapi Irawan Margono didampingi Direktur Tehnik Sigit Setyawan, Camat Karangdowo Agus Suprapto, Danramil Karangdowo dan Kades Demangan Ngadiman menyalurkan air ke tumpukan jerigen warga. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Dengan nada pelan, Ny Trinah, menyampaikan kesulitannya memperoleh air bersih. “Harga air bersih di desa kami Rp 2.500 per jerigen,” ungkapnya.

Warga RT 1 RW 1 Dukuh Sidomulyo Desa Demangan Kecamatan Karangdowo Klaten itu kepada koranbernas.id, Jumat (07/09/2018), menuturkan satu jerigen air tersebut bisa untuk masak dan minum dua hari.

Ny Trinah pun merasakan kegembiraan tatkala ada droping air bersih dari PDAM Tirta Merapi Klaten. Dalam acara tersebut hadir pula Dirut PDAM Tirta Merapi Irawan Margono, Direktur Tehnik Sigit Setyawan dan staf, Camat Karangdowo Agus Suprapto dan unsur Muspika.

Air bersih memang menjadi masalah utama yang dihadapi warga Desa Demangan. Untuk kebutuhan memasak dan minum, sehari-hari warga harus membeli ke pemilik usaha air bersih di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan yang diantar keliling menggunakan mobil pikap.

“Kalau cuma sampai sini (Dukuh Sidomulyo) harga per jerigen isi 25 liter Rp 2.500. Tapi kalau desa yang jauh lagi Rp 3.000 per jerigen. Satu jerigen untuk dua hari,” kata Ny Trinah.

Senada, Ketua RT 1 Suparno dan Kades Demangan Ngadiman yang menyampaikan kondisi air di Desa Demangan terasa asin. Warga terpaksa warga membeli untuk kebutuhan masak.

“Untuk masak dan minum ya beli. Tapi buat mandi dan mencuci dari sumur,” jelasnya.

Selain memiliki sumur di rumah masing-masing, di Desa Demangan juga ada sumur bor bantuan program Pamsimas. Namun air yang keluar dari sumur bor itu tetap saja asin. Padahal kedalaman sumur bor mencapai 150 meter.

Ngadiman menambahkan sebenarnya program Pamsimas di desanya hanya sia-sia karena airnya tidak bisa dikonsumsi. Ketidaklayakan konsumsi air dari program Pamsimas itu diketahui setelah air dari sumur bor itu diuji lab di Yogyakarta.

Pada saat uji lab dan diberi obat oleh petugas lab hasilnya bagus. Tapi setelah dibawa lagi ke Desa Demangan dan disimpan beberapa hari ternyata airnya kembali asin.

Pemerintah Desa Demangan turut prihatin dengan permasalahan yang dihadapi warga. Beberapa waktu lalu, Pemdes Demangan, kata Ngadiman, pernah mengajukan permohonan penyaluran air ke PDAM Sukoharjo.

Pertimbangannya lokasi Desa Demangan hanya berbatasan sungai dengan wilayah Sukoharjo. Namun ditolak oleh PDAM Sukoharjo dan disarankan mengajukan surat ke Pemkab Klaten.

Sebab Desa Demangan berada di wilayah Kabupaten Klaten walupun berdekatan dengan Kabupaten Sukoharjo.

Camat Karangdowo Agus Suprapto menjelaskan pada musim kemarau ada tiga desa di wilayahnya yang selalu dihadapkan masalah air bersih yakni Demangan, Tumpukan dan Babatan.

Selama ini warga di tiga desa itu selalu membeli air bersih dengan jerigen.

Dirut PDAM Tirta Merapi Irawan Margono menjelaskan kegiatan droping air bersih itu dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT ke-41 PDAM yang jatuh pada 9 September 2018.

“Di desa ini ada 4 rit air bersih yang kami droping. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi warga,” terangnya.

Droping air bersih PDAM di Desa Demangan ditandai pengisian air dari mobil tanki PDAM ke tumpukan jerigen warga yang telah menumpuk di lokasi oleh Dirut PDAM, Camat Karangdowo, muspika dan Pemdes Demangan. (sol)