Air Sungai Meluap Sejumlah Desa Terkepung Banjir

901
Lalulintas tersendat di sepanjang Jalan Selatan Jateng di Kebumen. Banjir besar melanda kawasan ini, setelah air sungai Kedungbener meluap, Senin (16/10/2017 malam. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID– Hujan yang terjadi merata di hulu dan hilir sejak Senin (16/10/2017) pagi  hingga Selasa (17/10/2017) dini hari mengakibatkan  air sungai  Kedungbener meluap. Sejumlah  desa  di Kecamatan Alian  dan Kebumen terkepung banjir. Banjir  juga disebabkan  jebolnya  tanggul sungai itu di Dukuh Kedungbener,  Desa Wonosari, Kecamatan  Kebumen.

Desa yang terkepung banjir sejak Selasa dini hari, diantaranya  Desa  Sumberadi, Candiwulan, Wonosari, Bandungsruni, Jatisari di Kecamatan  Kebumen. Desa lain, di Kecamatan Alian, Desa Seliling dan  Sebagian desa Surotrunan. Penduduk di lokasi banjir  sebagian  besar masih bertahan di rumah mereka. Sebab tinggi genangan di rumah rata-rata masih 50 cm.

Akses jalan ke desa desa itu, sebagian tergenang banjir, sehingga cukup banyak warga Kebumen  yang hendak  beraktifitas  di desa yang tergenang banjir, urung masuk desa itu.  Beberapa guru dan karyawan SMPN Negeri 6 Kebumen, yang tinggal di luar desa itu, terpaksa  mengurungkan  niatnya, menerabas banjir  dengan motor.

Tinggi genangan air  di jalan penghubung satu – satunya tergenang setinggi 40 cm.  Pengendara motor tidak berani menerabas genangan air. Selain khawatir  motor mogok, arus air di atas jalan cukup deras.

Samijan (56), warga Dukuh Kedungbener, kepada koranbernas.id, Selasa pagi mengatakan,   banjir yang menggenangi  sebagian  besar permukiman, terjadi sejak Selasa dini hari.

Di pedukuhan ini dan dukuh tetangga di Wonosari,  banjir terakhir kali terjadi tahun 1992. Meskipun tinggi genangan tidak  setinggi banjir tahun 1992,  genangan air yang  masuk ke rumah penduduk rata-rata  50 cm,  merepotkan warga.

“Sudah lama tidak banjir, terahkhir banjir mungkin tahun 1990 an,” kata Samijan.

Banjir juga menggenangi beberapa  bagian di jalan raya selatan Jateng.  Jalan nasional sepanjang 1 km di Wonosari terendam air. Setidaknya ada 3 titik lokasi genangan. Ini terjadi, lantaran badan jalan yang rendah.

Antrean mobil, motor, truk dan bus  nampak  di 3 lokasi  genangan. Beberapa pengguna motor perempuan , mengaku tidak  berani melewati genangan   dengan tinggi  40-an cm.

“Takut, nunggu surut,” ujar beberapa  perempuan  pengendara motor. (SM)