Airlangga Hartarto Bukan Calon Tunggal

275

KORANBERNAS.ID — Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY Drs Gandung Pardiman MM menyatakan Airlangga Hartarto kemungkinan bukan calon tunggal pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Pemilihan ketua umum secara aklamasi tidak harus dengan calon tunggal. Salah kaprah jika ketua umum terpilih dengan aklamasi harus calon tunggal. Dalam proses penetapan ketua umum, langkah pertama adalah munculnya bakal calon menjadi calon,” ujarnya, Kamis (07/12/2017).

Menurut dia, bakal calon dapat menjadi calon manakala mendapat dukungan minimal 150 suara atau sesuai tata tertib yang disepakati. Bakal calon yang kurang mendapatkan jumlah suara sesuai tata tertib dinyatakan gugur.

“Untuk  menyatakan dukungan dapat melalui surat dukungan atau dengan pemilihan langsung sesuai tata tertib,” kata dia.

Bakal calon yang mendapatkan dukungan lebih dari 50 persen  dapat langsung dinyatakan menang dengan aklamasi. Apabila ada sejumlah bakal calon yang berhasil memenuhi batas minimal perolehan dukungan, setelah itu baru bisa dilaksanakan pemilihan ketum tahap dua.

“Jadi bertebarannya bakal calon berapapun jumlahnya sah-sah saja, itulah demokrasi yang tumbuh dan berkembang dalam partai Golkar,” tambahnya.

Pemilihan ketua umum dengan aklamasi tidak serta merta menjadikan para bakal calon kompromi bancakan jabatan. Pemilihan ketua umum dengan aklamasi tetap memberi wewenang ketua terpilih menyusun kabinetnya bersama formatur terpilih.

Hal ini perlu dipahami semua pihak agar tidak salah kaprah pengertian pemilihan dengan aklamasi. Misalnya ada 6 kader yang mencalonkan diri, salah satunya mendapat 50 persen lebih maka langsung dinyatakan sebagai menang secara aklamasi.

“Jika tidak ada yang mencapai 50 persen, bakal calon yang memenuhi batas minimal dukungan akan mengikuti tahap pemilihan selanjutnya melalui pemungutan suara. Tentu saja hasil pemilihan seperti tidak bisa dikatakan sebagai hasil aklamasi,” paparnya.

Gandung menegaskan yang terpenting saat ini adalah kepastian penyelenggaraan munaslub. Jangan melebar kemana-mana. Sekarang ini semua kader di semua tingkatan sudah tahu mana kader yang prokorupsi mana yang antikorupsi, mana hitam mana putih, mana bersih mana kotor.

“Kita harus pilih yang antikorupsi, yang bersih, yang putih, yang amanah, dan tetap merakyat, serta mampu menjawab tantangan keadaan yang sedang merundung Golkar saat ini,” kata dia.

Doa bersama

Dalam rangka persiapan munaslub yang rencananya diadakan di Yogyakarta, jajaran DPD I dan DPD II Partai Golkar se-DIY dijadwalkan Sabtu (09/12/2017) menggelar doa bersama untuk keselamatan Golkar serta kelancaran penyelenggaraan Munaslub.

Ketua Panitia Doa Bersama, Erwin Nizar, mengatakan rencananya, usai doa bersama dilanjutkan deklarasi  DPD I dan DPD II Partai Golkar se-DIY mendukung Airlangga Hartarto maju menjadi Calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setyo Novanto.

“Doa bersama akan diikuti sekitar 2.000 kader Golkar DIY dan  mengundang Calon Ketua Umum Airlangga Hartarto. Kami berharap beliau bisa hadir,” kata Erwin.

Sekretaris DPD I Partai Golkar DIY, Agus Subagyo, menambahkan DPP harus segera menindaklanjuti usulan DPD I se-Indonesia yang mengajukan digelarnya munaslub. Usulan sudah memenuhi 2/3 lebih dan memenuhi syarat munaslub. Dia berharap munaslub berjalan lancar dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila khususnya sila keempat. (sol)