Airlangga Hartarto Tegaskan Golkar Harus Kembali ke Khittah

192
Airlangga Hartarto, Sabtu (09/12/2017), menerima dukungan dari Golkar DIY maju ke munaslub.

KORANBERNAS.ID – Partai Golkar yang kini diterpa badai politik, satu-satunya cara agar selamat adalah harus kembali ke khittah yaitu berubah dan berbenah. Partai ini bukan milik dinasti, agar bisa bangkit Golkar harus kembali ke masyarakat dan bersih dari korupsi.

Hal itu disampaikan Calon Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menghadiri Pengajian dan Doa Bersama untuk Keselamatan Partai Golkar, Sabtu (09/12/2017), di Graha GPC Desa Karangtengah Imogiri Bantul.

Hadir dalam acara itu Deding Ishak selaku Ketum DPP MDI, Ketum DPP Pengajian Al Hidayah Dra Hj Harbiah Salahuddin serta Mohammad Aly Yahya selaku Ketum DPP Satkar Ulama.

Saat konferensi pers menjelang acara dimulai, Airlangga Hartarto menyampaikan Perubahan perlu dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas menjelang pemilu. Apabila Golkar Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY dan Jawa Timur menyatu, maka beres semua urusan.

Para pimpinan DPD Partai Golkar se-DIY memberikan dukungan untuk Airlangga Hartarto.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bergembira Airlangga Hartarto sudah memulai safari untuk perubahan. Dia juga bangga perubahan itu dimulai dari kota bersejarah Yogyakarta untuk Indonesia dan mengangkat Golkar kembali jaya.

Ditanya soal Munaslub, Dedi menyatakan surat dari 34 DPD 1 se-Indonesia sudah masuk DPP. Ada kabar rapat pleno DPP digelar Senin. “Kami akan monitoring munaslub agar Golkar bisa terlepas  dari beban yang berat dan siap terbang,” ungkap Bupati Purwakarta Jawa Barat itu.

Baca Juga :  Semua Orang Punya Potensi Jadi Kaya

Ditanya soal pemilihan secara aklamasi, Airlangga Hartarto, menegaskan prinsipnya sesuai dengan mekanisme Partai Golkar secara dewasa akan mampu menyelesaikan persoalan.

“Aklamasi itu bukan berarti tidak ada calon. Misalnya Pak Airlangga terpilih karena mayoritas menghendakinya sejak awal, maka kemudian aklamasi,” sambung Dedi Mulyadi.

Airlangga Hartarto bersyukur seluruh DPD 1 sudah mendukung. “Alhamdulillah 34 DPD 1 setuju munaslub serta 60 persen DPD tingkat 2. InsyaAllah siap. Munaslub besok pun, saya siap,” kata Airlangga.

Dia menegaskan, apabila terpilih menjadi ketum menggantikan Setya Novanto, Golkar yang mengusung Jokowi-JK 2014-2019, pada Pemilu 2019 tetap mengusung Jokowi sebagai capres.

Jika sudah jadi ketum dirinya tidak akan meminta izin mundur dari jabatan menteri. “Saya sebagai Menteri Perindustrian perlu izin (maju munaslub) dan izin sudah saya peroleh. Amanah DPD perlu saya jalankan, soal mundur itu merupakan hak prerogratif presiden,” tambahnya.

Mengenai rapat pleno DPP, Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman, mengatakan DPP jangan memutuskan sesuatu yang akan menimbulkan masalah baru. Apalagi  DPP akan memutuskan penggantian Ketua DPR RI.

“Serahkan itu ke munaslub. DPP itu tugasnya memprioritaskan daerah jangan sampai di daerah timbul kemarahan. Kali ini DPP jangan sampai terjebak untung rugi. Ini penyakit Partai Golkar. Jangan ambil ikan di air keruh,” kata dia.

Airlangga Hartarto menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers di Graha GPC.

Deklarasi

Baca Juga :  Olahraga Ini Berbahaya bagi Lansia

Pada acara tersebut, DPD Partai Golkar DIY serta DPD kabupaten/kota se-DIY mendeklarasiklan dukungan untuk Airlangga Hartarto maju ke munaslub yang dijadwalkan digelar di Yogyakarta pertengahan Desember ini.

Naskah deklarasi dibacakan Sekretaris DPD Partai Golkar DIY Agus Subagyo. Sedangkan poin-poin hasil rumusan dibacakan oleh John S Keban.

Di depan Airlangga Hartarto, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar DIY, Erwin Nizar, menitipkan Gandung Pardiman agar bisa masuk kabinet Airlangga Hartarto. Dia juga menyampaikan DIY siap menjadi tuan rumah munaslub dan siap mempelopori perubahan.

Sebagai bentuk dukungannya, Gandung Pardiman mendoakan Airlangga Hartarto terpilih jadi ketum. “Allahuma Airlangga menang. Dengan doa ini mudahan kita mendapat rida Allah SWT  dan munaslub sukses,” kata dia.

Di hadapan hampir seribu kader yang memenuhi pendapa utama, di antara foto Airlangga Hartarto dan Jokowi, Gandung Pardiman juga mendoakan Airlangga Hartarto membawa Golkar yang bersih, merakyat dan amanah. “Calon kita sudah jelas. DIY tidak ragu-ragu mempelopori calon yang bersih. Perubahan Golkar dari DIY untuk Indonesia dan antikorupsi,” tegasnya.

Mendapat dukungan dari DIY, Airlangga Hartarto dalam pidatonya menyatakan perubahan harus dilakukan apalagi tahun depan sudah memasuki tahun politik.

Golkar yang kini punya 3.000 anggota DPRD, jika masing-masing anggota dewan berhasil meraih 10.000 suara maka kemenangan  2019 sudah di depan mata. (sol)