Aisyiah Ikut Mengecam Aksi Teror Korbankan Perempuan dan Anak

367
Ketua Umum PP Aisyiah, Siti Noordjannah bersama sejumlah pengurus saat memberikan keterangan pers terkait aksi terorisme, Selasa (15/05/2018). (Surya Mega/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Pengurus Pusat Aisyiah ikut mengecam aksi terorisme di Surabaya dan sejumlah tempat lain yang belakangan terjadi. Terlebih, aksi ini dilakukan pelaku dengan menyertakan istri dan anak-anaknya, sehingga mereka ikut menjadi korban.

“Peristiwa 13 Mei 2018 di Surabaya ini sungguh sangat memprihatinkan dan memilukan. Sebagai sesame perempuan dan ibu, kami merasa sangat sedih dan teriris, karena anak-anak dan ibunya ikut dilibatkan menjadi korban dalam aksi ini,” kata Ketua Umum PP Aisyiah, Hj Siti Noordjannah, Selasa (15/05/2018) siang. Pernyataan resmi ini, juga dihadiri oleh seluruh pengurus termasuk perwakilan dari sejumlah daerah, seperti Sumatera Barat, Banten, Jabar, Jateng, Palembang, Riau dan Kalimantan.

Siti mengatakan, peristiwa ini sangat memilukan bagi kehidupan kemanusiaan dan kebangsaan. Sebab anak-anak mestinya memiliki masa depan dan sekaligus mereka adalah generasi penerus bangsa. Siti menyebut, tindakan ini adalah perbuatan biadab, dhalim, dan fasad fil-ardl atau perusakan di muka bumi, yang dilarang oleh agama apapun.

Baca Juga :  Penjualan Satwa Dilindungi Kembali Dibongkar

Dalam pernyataanya, PP Aisyiah berharap, peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi di Indonesia dan bahkan dunia. Untuk itu, Aisyiah mendukung dan bahkan meminta agar aparat penegak hokum mengusut  tuntas aksi terror ini sampai ke akarnya.

Pengusutan harus dilakukan secara transparan, obyektif dan seksama sesuai dengan hukum yang berlaku, serta berkhidmat untuk menyelamatkan kemanusiaan dan kehidupan bangsa.

“Kami juga mengimbau semua pihak, agar bersama-sama bersatu melawan terorisme. Karena terorisme menghancurkan umat manusia dan masa depan bangsa,” tandas Siti.

Terkait upaya memerangi terorisme, PP Aisyiah juga mengajak semua pihak untuk menciptakan institusi keluarga, masyarakat dan bangsa yang damai, aman dan selamat. Ini adalah wujud penanggungjawaban moral dan kemanusiaan sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Baca Juga :  Warga Protes Pembangunan Jalan Kampung Panglon

“Jadikan agama sebagai sumber nilai utama dan mendasar dalam mewujudkan kehidupan yang luhur, bermakna dan memberi rahmat bagi semesta,” kata Siti mengimbau.

Dengan emosional dan meneteskan air mata, Siti Noordjannah berharap tak ada lagi keluarga dan perempuan serta anak-anak yang menjadi korban dan melakukan aksi biadab seperti aksi bom bunuh diri yang sudah lalu.

“Keluarga dan anak-anak merupakan basis kehidupan yang sangat penting dan luhur. Karenanya jangan dikorbankan untuk kepentingan-kepentingan yang merusak kehidupan dan masa depan generasi bangsa. Semua pihak harus ikut menjaga ketenangan, persaudaraan. Peristiwa ini jangan sampai merusak kita sebagai keluarga di negeri ini. Dan elit-elit bangsa harus memberikan tauladan untuk itu,” tandasnya.(SM)