Ajak Tamu Cari Sampah Plastik

Mahasiswa Gugah Kesadaran Ibu-ibu agar Peduli Lingkungan

115
Peserta mengikuti kegiatan kampanye lingkungan hidup “Tenun untuk Bumi” yang digelar ARTi Creative. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Ada beragam cara dilakukan aktivis  lingkungan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar menjaga lingkungannya. Kali ini, mahasiswa FISIP UAJY memilih caranya sendiri, mengajak tamu mencari sampah plastik.

Ini dilakukan ketika digelar acara puncak Tenun untuk Bumi, Selasa pekan lalu, di Dapur Oma Condong Catur Sleman. Tamu undangan diajak berkeliling daerah sekitar tempat berlangsungnya acara, guna mencari sampah plastik yang sudah terbuang.

“Antusiasme tamu terbilang tinggi,” ungkap Ari Sebastian, Account Executive ARTi Creative, Sabtu (02/06/2018).

Menurut dia, Tenun untuk Bumi merupakan kampanye lingkungan untuk membangun kesadaran masyarakat. Kampanye yang sudah berjalan kurang lebih satu bulan ini tidak hanya berusaha memanfaatkan jejaring sosial saja, namun juga memanfaatkan berbagai hal seperti pelatihan hingga pengiriman bingkisan berisi pesan lingkungan.

Menurut Ari Sebastian, kampanye ini menyasar wanita usia 23 tahun ke atas atau mereka yang sudah menjadi ibu muda. Pesan inti yang ingin dibawa adalah Conserving Tradition, Empowering Woman, and Applying Eco-Friendly Activity yang berarti pelestarian tradisi, pemberdayaan perempuan dan penerapan aktivitas ramah lingkungan.

Baca Juga :  Isi Libur Lebaran di Pojok Melukis

“Kenapa menyasar ibu-ibu atau wanita usia matang? Hal ini karena capaian dari kampanye ini adalah pengurangan penggunaan kantong plastik,” kata dia.

Hasil penelitian, wanita dewasa dan ibu muda menyumbangkan limbah kantong plastik terbanyak dari aktivitas rumah tangganya.

Di sisi lain, mereka juga merupakan pengelola terbaik dan pendidik terbaik generasi selanjutnya.

Berdasarkan dua fakta tersebut, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai limbah kantong plastik kepada target sasaran merupakan hal yang tepat.

Peserta membuat kerajinan dari sampah. (istimewa)

Pada acara itu, 15 ibu-ibu merilis video dokumenter pendek #TenunUntukBumi Campaign – ARTi Creative x LAWE Indonesia. Video ini berisi realita di Yogyakarta, keadaan yang selama ini mungkin tertutup dengan hal-hal menarik lain di kota ini.

Baca Juga :  Grab Akuisisi Uber Asia Tenggara

Video tersebut menggambarkan banyaknya sampah hasil rumah tangga dan aktivitas lainnya yang dibuang begitu saja. Ditampilkan pula perjalanan sampah tersebut hingga ke tempat pembuangan akhir dan cara pengolahan yang jauh dari kata ramah lingkungan. Kondisi di wilayah ini kemudian ditarik ke sisi lebih luas skala nasional.

Seperti diketahui, Indonesia menyumbangkan 3,6 miliar sampah plastik per tahun. Video ini kemudian diakhiri aktivitas perubahan kecil yaitu Reduce, Reuse, Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari serta testimoni dari tokoh wanita yang sudah menerapkan 3R dalam hidupnya.

Dalam testimoni tersebut, sosok Dani Wilastri salah seorang Perancang Busana kenamaan Yogyakarta menyatakan perlunya merubah aktivitas kurang ramah lingkungan menjadi lebih ramah lingkungan. (sol)