Ajudan Bupati Bantul Ditahan ?

1207

KORANBERNAS.ID — Jajaran kepolisian Resort Bantul menahan tiga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dua anggota Paserbumi terkait kasus saling lapor saat pengeroyokan yang terjadi Juli silam. Kelima orang itu ditahan di Mapolres Bantul sejak Selasa (12/12/2017) sore usai dilakukan penyidikan secara intensif. Diduga kuat salah satu yang ditahan merupakan ajudan Bupati Bantul, Drs H Suharsono.

“Benar saat ini masih ditahan di Mapolres Bantul,”kata Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi SIK kepada koranbernas.id di kantornya Rabu (13/12/2017).

Adapun mereka yang ditahan dari pihak Satpol PP adalah AV (36 tahun) warga Dusun Klegen, Desa Tirtosari,Kec Kretek, MI (29 tahun) warga Dusun Pelemmadu, Desa Sriharjo, Imogiri dan SAA (30 tahun) warga Dusun Suren Kulon, Desa Canden,Kecamatan Jetis.

Baca Juga :  “Lubangnya Beda dengan yang di Rumah”

Sedangkan dari pihak suporter Persiba adalah ENS (19 tahun) waga Pleret serta AP (23 tahun) waga Dusun Beran, Desa Canden Kecamatan Jetis.

Secara terpisah Kasatreskrim AKP Anggaito HP mengatakan kepada kelima orang itu dijerat dengan pasal 170 KUHP Jo pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal sembilan tahun.

Kasus ini sendiri terjadi pada tanggal 24 Juli 2017 silam saat ada pertandingan antara PPSM Magelang dengan Persiba di Stadion Sultan Agung. Kala itu suporter Persiba yakni Pasertbumi tidak terima dengan keputusan wasit yang dinilai merugikan tim mereka. Akhirnya Paserbumi merangsek ke tengah lapangan.

Aksi turun lapangan tersebut berusaha dihalau aparat termasuk Satpol PP yang kala itu sedang berjaga. Namun karena kondisi yang kacau, justru terjadi penganiayaan terhadap anggota Satpol PP yang bertugas dan diduga dilakukan oleh suporter Paserbumi.

Baca Juga :  Perempuan Gada Terdepan Cegah Terorisme

Atas kejadian tersebut kemudian pada 1 Agsutus 2017 dilakukan proses mediasi antara pihak Paserbumi dengan Satpol PP di kantor Satpol PP. Namun di situ terjadi penganiayaan terhadap oknum Paserbumi oleh petugas Satpol PP sebagai aksi balas dendam. Aksi tersebut berakhir dengan saling lapor di Polres Bantul. (yve)