Akhirnya Gunungkidul Bersiap Punya Bandara Perintis

341
Bandara Gading di Gunungkidul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kementerian Perhubungan akan segera membangun bandara perintis di Desa Gading Kecamatan Playen, Gunungkidul. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Sabtu (12/8/2017) menyatakan keberadaan bandara di Gading, Gunungkidul selama ini masih dalam kepemilikan TNI AU.

“Makanya nanti akan kita bicarakan dengan KSAU (Kepala Staf TNI Angkatan Udara). Jika disetujui, maka akan segera kita bangun infrastrukturnya,” katanya pada wartawan.

Bahkan menurut Menteri Perhubungan, jika KSAU menyetujui, pembangunan infrastruktur akan dimulai tahun 2018.

“Kami harapkan paling lambat tahun 2019 sudah selesai dan bisa digunakan,” tambahnya.

Menteri Perhubungan menilai pembangunan bandara perintis ini nantinya akan digunakan untuk mendukung sektor pariwisata yang kini tengah digencarkan Pemkab Gunungkidul. Dengan panjang landasan minimal 1.600 meter, maka bisa digunakan untuk pesawat ATR dan jet pribadi.

Baca Juga :  Kala SBY Pulang Kampung

“Ini menjadi strategis karena Gunungkidul merencanakan pariwisata industri unggulan, konektisatas udara ini sangat penting, jadi pesawat Jet pribadi bisa datang ke sini (Gunungkidul), dan pesawat ATR dari berbagai daerah,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyambut baik rencana tersebut. Pemerintah daerah juga siap mendukung kebijakan tersebut.

“Bandara Gading bisa digunakan tidak terlalu masal, tadi pak menteri (Budi Karya) mengatakan termasuk (penerbangan) dari Australia ini akan memberikan efek luar biasa dari wisman, dampaknya sudah kita perhitungkan,” katanya.

Harapannya, jika wisatawan mancanegara mudah mengakses maka bisa semakin meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata, mulai pantai hingga goa.

Menurut Immawan Wahyudi, selain pemda, masyarakat juga harus mempersiapkan jika bandara terwujud. Salah satunya mempersiapkan transportasi dari bandara menuju obyek wisata.

Baca Juga :  Wakaf Sumur Bikin Warga Dusun Lega

“Ini peluang bagi masyarakat, dan sampai saat ini belum ditangkap pegiat pariwisata. Saya berharap hal ini bisa dikerjakan, akan membawa dampak perekonomian bagi masyarakat,” pungkasnya. (St Aryono/yve)