Akhirnya, Pelaku Pembakaran di Gunung Sindoro Ditangkap

1082

KORANBERNAS.ID — Anggota Satuan reserse dan kriminal (Sat reskrim) Polres Temanggung telah berhasil menangkap pelaku penyebab kebakaran yang terjadi di Gunung Sindoro yang terjadi beberapa hari lalu. Pelaku bernama Teguh (43), warga Dusun Sibajag, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

Kasat Reskrim Polres Temangung, AKP Dwi Haryadi saat ditemui, Rabu (19/9/2018) mengatakan, setelah mendapatkan laporan terkait dengan kebakaran lahan hutan di Gunung Sindoro, pihaknya langsung melakukan penyisiran dan juga penyelidikan terkait dengan penyebab kebakaran tersebut.

Diungkapkan, untuk menguak terjadinya kebakaran tersebut, pihaknya mencari saksi -saksi dan mendapatkan titik api pertama, terjadi di kawasan hutan petak 7b yang bertempat di Dusun Sibajag Desa Canggal, Kecamatan Candiroto Temanggung.

Baca Juga :  Jauhkan Anak Dari Gadget, Mungkinkah?

“Dari informasi awal tersebut kami melakukan penyelidikan maksimal tentunya, kemudian dari kerjasama tim dengan masyarakat akhirnya kita dapat mengungkap tabir ternyata dari titik awal api tersebut bukan karena faktor alam”, jelasnya.

Dikatakannya, titik api tersebut berasal dari ulah seorang pelaku yang sengaja membakar ranting maupun rumput yang berada di lahan yang akan digunakan untuk pertanian. Dalam penyelidikan, polisi bersama dengan masyarakat mampu mengungkap pelaku penyebab kebakaran yang hanya membutuhkan waktu selama lima hari.

Adapun kebakaran yang terjadi pada 7 September 2018, salah seorang warga Dusun Sibajag Desa Canggal, Kecamatan Candiroto Temanggung dengan inisial T telah ditetapkan menjadi tersangka.

Dihadapan penyidik, tersangka mengakui telah melakukan penebangan pohon sejak satu tahun lalu. Sedangkan dalam awal September lalu tersangka membakar ranting maupun rumput di lahan yang di maksudkan akan digunakan sebagai lahan pertanian.

Baca Juga :  Wah, Danais Belum Dirasakan sampai Akar Rumput

Terkait dengan kejadian tersebut pihak kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. Adapun ancaman pidana yang disangkakan yakni paling lama10 tahun pidana penjara dan denda paling banyak 5 miliar rupiah.

Atas kejadian tersebut, polisi masih terus melakukan pengembangan kasus kebakaran ini, dikuatirkan terdapat pelaku atau keterlibatan pihak lainnya. Disamping itu juga masyarakat terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi lebih lanjut kepada pihak yang berwajib. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi kejadian serupa yang dapat merugikan alam maupun lingkungan.(yve)