Aktualisasi Pancasila Harus Sesuai Jaman Now

389
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bersalaman Dirut LPP RRI, M Rohanuddin dalam Forum Negara Pancasila di Auditorium RRI, Rabu (22/11/2017). (yvestaputu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dunia pada saat menghadapi generasi Milenial yang dalam setiap tindakannya berharap adanya nilai guna dan manfaat. Oleh sebab itu, aktualisasi Pancasila tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara, metode dan model lama kurang menyentuh kebutuhan mereka yang menjadi sebagai target group terbanyak.

“Harus ada rumusan baru yang jelas dan disosialisasikan secara utuh, agar Pancasila secara nalar bisa diterima, dan secara sadar menjadi living ideology dalam berbangsa di kalangan generasi milenial,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultah HB X dalam
Dialog Interaktif Forum Negara Pancasila di Auditorium RRI, Rabu (22/11/2017).

Menurut Sultan, generasi jaman now-sebutan milenial menuntut pemaknaaan Pancasila yang lebih dari sekedar teori namun harus bisa menjawab seperti apa nilai gunanya dan untuk tujuannya. Hal itu penting karena Pancasila lahir sebagai sebuah ideologi murni yang ideal.

Baca Juga :  Puting Beliung Rusak Beberapa Wilayah Jogja

Sebagai ideologi murni, Pancasila cenderung “bersarang” dalam dunia ide-nya Plato yang bersifat teoritik-filsafati. Karenanya jika ingin menumbuhkembangkan Pancasila menjadi ideologi yang hidup dan menginternalisasikan nilai-nilainya, maka kita perlu membalik paradigma ide menjadi motor penggerak masyarakat, serta landasan persatuan dan kesatuan bangsa guna merespons dinamika perubahan zaman.

“Jika sebuah ideologi bangsa telah memiliki sistematika tertentu, dan bukan menjadi filosofi mati, maka seluruh aspek kehidupan masyarakat akan berperilaku sesuai dengan nilai substantif ideologi bangsa tersebut,” tandasnya.

Sementara Yudhi Latif, Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) mengungkapkan Pancasila memerlukan penyesuaian peradaban. Apalagi di jaman teknologi informasi ketika sosial media (sosmed) menjadi penghubung waktu dan tempat justru semakin menjauhkan manusia.

Baca Juga :  Tepat 2 Tahun 2 Hari Menjabat, Bupati Kebumen Yahya Fuad Ditahan KPK

“Kita perlu mengembangkan olahrasa Pancasila karena konektivitas di era digital ini justru menjauhkan kebersamaan,” ungkapnya.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menambahkan, UGM sebagai institusi pendidikan tinggi berupaya terus mengaktualisasikan Pancasila. Diantaranya melalui peran serta Pusat Studi Pancasila (PSP) yang membina kampus-kampus lain.

“Kami juga menggelar konggres serta kursus Pancasila sebagai implementasi aktualisasi ideologi negara itu,” ungkapnya.

Dirut LPP RRI, M Rohanuddin mengungkapkan lembaga penyiaran tersebut terus berperan untuk hadir bagi seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan seluruh elemen bangsa,” imbuhnya.(yve)