Alun-Alun Jadi Tempat Wisata Edukasi

116
Salah satu lapak mewarnai gambar di Alun Alun Kebumen, Sabtu (18/08/2018) malam (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Alun-alun Kebumen yang berada di pusat kota kini tidak lagi hanya sebagai tempat berkumpul warga. Tempat yang digunakan untuk aktivitas ekonomi pada-jam jam tertentu itu, kini berkembang menjadi tempat wisata edukasi.

Agus Supriyadi (50), warga Desa Kutosari Kecamatan Kebumen memanfaatkan trotoar untuk membuka tempat mewarnai. Bersama sembilan orang lainnya, Agus membuka lapaknya untuk anak anak.

Pengunjung dapat memanfaatkan arena mewarnai di tempat itu. “Mewarnai gambar tarifnya Rp 10.000, hasilnya dibawa pulang,“ kata Agus, Sabtu (18/08/2018 ) malam.

Hari itu, dia membawa 50 kertas manila bergambar hitam putih beserta serta alat mewarnai seperti cat air dan kuas. Setiap pengunjung yang mewarnai, punya hak menggunakan peralatan itu sampai selesai.

Baca Juga :  Ini Gagasan Dewan Guna Membantu Hunian Hotel di Bantul

Di seputaran Alun-alun Kebumen, menurut Agus, ada sepuluh lapak mewarnai. Pertama kali dirinya yang membuka usaha ini, enam bulan lalu.

Waktu berjalan. Jumlah warga  yang  membuka usaha serupa dengan  Agus bertambah sembilan orang sehingga, kawasan Alun-Alun Kebumen semakin banyak pilihan wisata edukasi.

Agus mengungkapkan, Alun-Alun Kebumen bukan satu-satunya tempat usaha semacam ini. Beberapa sekolah PAUD, TK dan SD, membolehkan Agus membuka lapaknya.

Hanya saja keuntungannya tidak sebesar dibanding di Alun-alun, karena  guru hanya mau mengizinkan anak didiknya mewarnai jika tarifnya Rp 7.000 per gambar.

“Di Alun-alun keuntungannya Rp 3.000 per lembar, ramai pas car free day, Minggu pagi,“ kata Agus. (sol)

Baca Juga :  Ahli Tanaman Padi Dilantik Jadi Rektor Unsoed