AMI Awards-Bekraf Gelar Rangkaian MUSIKOLOGI SERIES di Jogja

305
Ilustrasi

KORANBERNAS.ID–Bertempat di Ballroom The Rich Sahid Hotel, Sabtu (11/11/2017) diselenggarakan acara “MUSIKOLOGI SERIES”, sebuah event konferensi musik yang diprakarsai oleh  Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards).

Diambil dari perpaduan kata Musik dan Ekologi, MUSIKOLOGI SERIES adalah konferensi musik dengan program edukasi sharing knowledge dari para ahli musik dan praktisi industri musik kepada para insan musik.

Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang industri musik, coaching clinic yang berhubungan dengan industri musik.  Disamping itu acara ini dapat menambah jaringan dan relasi untuk mereka yang bersinggungan dengan industri musik.

Di usia yang ke-20 tahun ini, Yayasan Anugerah Musik Indonesia berusaha untuk terus menggali potensi dan memacu gairah ekosistem dari industri musik. “MUSIKOLOGI SERIES menargetkan 500 peserta dari setiap kota yang akan dikunjungi, yang terdiri dari komunitas musik, sekolah musik, pemain musik, mahasiswa, dan orang-orang yang bersinggungan serta tertarik dengan industri musik,” kata Dwiki Dharmawan, Ketua Umum Yayasan AMI dan Ketua Program Acara Konferensi MUSIKOLOGI dalam rilisnya, Minggu (12/11/2017).

Acara ini terbagi dalam dua agenda besar. Pertama adalah paparan dari deputi–deputi Bekraf dilanjutkan dengan konferensi yang menghadirkan artis dan musisi Rinni Wulandari dan Dipha Barus. Juga para profesional di industri musik. Peserta berkesempatan untuk mengikuti sharing session dengan para panelis.

Adapun agenda kedua adalah coaching clinic, yang memberikan pelatihan elemen penting dalam memproduksi sebuah karya musik yang baik. Hadir sebagai pembimbing dalam coaching clinic ini antara lain Ikmal Tobing, Yuke Sampurna, Levy Santoso, dan lain lain.

Dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan dapat mendukung serta membantu generasi muda dan insan musik Indonesia untuk terus berkembang, meningkatkan profesionalisme, kualitas, kapasitas, produktivitas, dan industri kreatif Indonesia.

“Setiap musik yang dimainkan harus beyond the limit, tanpa batas. Musisi harus selalu siap dalam segala hal,” imbuh Dwiki Dharmawan.(*/SM)