Amin Dorong Semua Pengurus Membuka Ruang Dialog

541
Sosiolog dari UGM Arie Sujito dan Ketua DPW PPP DIY Amin Zakaria, saat seminar “Membangun Kesadaran Politik Masyarakat Terhadap Partai Politik dan Penguatan Basis Kader” di Jogja. (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY, Amin Zakaria SH, MSi, Cn mendorong semua pengurus, simpatisan dan kader untuk membuka ruang dialog. Diskusi, berembug dan dialog ini menjadi kata kunci untuk menyelesaikan semua persoalan. Tekad untuk memelihara semangat dialog ini, harapannya akan bermuara pada kebaikan untuk semua pihak, terutama perjuangan untuk kepentingan rakyat.

Disela-sela Seminar “Membangun Kesadaran Politik Masyarakat Terhadap Partai Politik dan Penguatan Basis Kader”, Amin menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dengan semua pihak. Termasuk dengan kader dan simpatisan ataupun pengurus PPP kubu Djan Faridz. Amin merasa memiliki kewajiban untuk mendengarkan, menyerap aspirasi semua pihak. Ini dilakukan, sebagai bagian dari upaya membangun sistem yang baru di tubuh partai.

“Saya ingin PPP menjadi partai yang modern dan bersih. Partai yang ke depan dapat menjadi tumpuan harapan masyarakat,” kata Amin.

Selain membuka ruang dialog, Amin mengaku rajin mengunjungi semua elemen partai. Komunikasi dan silaturahmi terus dijalin dengan kalangan tokoh-tokoh senior dan tokoh sepuh, hingga kader dan simpatisan muda.

Dalam berbagai kesempatan Amin menyampaikan pentingnya seluruh pihak untuk menggali ide-ide kreatif dan guna mendorong munculnya kerja-kerja politik yang semaksimal mungkin membawa manfaat bagi rakyat.

Ketua DPW PPP DIY, Amin Zakaria. (istimewa)

Dirinya berharap, semua pihak dapat tampil dan berperan dalam menyelesaikan berbagai masalah atau problem solver, dan bukan sebaliknya sebagai pembawa masalah.

“Alhamdulillah, rata-rata menyambut baik gagasan ini. Saya kira ini akan menjadi modal besar agar PPP ke depan akan semakin baik dan mampu meraih kemenangan yang sesungguhnya. Yaitu kemenangan politik, akibat dari kemampuan kita memberikan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat. Bukan karena kita memberi uang atau bentuk-bentuk lain guna membeli suara pemilih,” tandasnya.

Sosiolog dari UGM, Dr Arie Sujito mengatakan, sebagai partai tua, PPP memiliki potensi besar untuk kembali diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional. Namun untuk kesana, menurut Arie PPP harus bisa memformulasikan gagasan-gagasan kreatif dalam program-program kerja politiknya, yang secara riil akan mendorong pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat luas.

Gagasan-gagasan kreatif ini, baiknya merupakan hasil dari pergulatan pemikiran bersama antara tokoh-tokoh senior dengan kalangan generasi muda. Sehingga lompatan-lompatan pemikiran, akan terus searah dengan nilai-nilai kepartaian yang selama ini dibangun oleh para sesepuh organisasi.

“Partai harus dapat membangun value. Inilah yang akan ditawarkan. Kerja-kerja politik yang nyata, cepat atau lambat akan dikenali dan diakui oleh masyarakat luas. Kerja politik ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Termasuk bagaimana partai, dapat merespon dengan cepat berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang sedang terjadi. Misalnya saja terkait dengan semakin ruwetnya lalu lintas di Jogja, terkait dengan alih fungsi lahan pertanian yang mengancam ketahanan pangan. Partai harus bisa menunjukkan sikap terkait isu-isu semacam ini,” tandasnya. (SM)