Amir : Kalau Merugikan Masyarakat, SSA Jangan Disewakan 

501

KORANBERNAS.ID–Kerusuhan suporter bola yang bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul berulang kali terjadi.Terakhir rusuh antar supporter terjadi saat laga Liga 2 antara PSIM Yogyakarta kontra PSS Sleman,Kamis (26/08/2018) sore.

Bentrok ini bukan hanya menyebabkan belasan korban luka dan harus menjalani perawatan. Bahkan ada korban meninggal atas nama M Iqbal Setyawan (17 tahun) asal Dusun Balong,Desa Timbulharjo, Sewon Bantul.

Belum lama pula, bentrok antar suporter juga mewarnai pertandingan Persebaya Surabaya dengan Persija Jakarta. Saat itu banyak yang mengalami luka-luka, termasuk wartawan yang menjad korban pengeroyokan dan alat kerjanya dirampas.

Belum lagi pelaku usaha yang takut membuka usahanya di seputar SSA ataupun jalur yang potensial dilalui para suporter.

“Bahkan kemarin itu ada korban anak santri  yang sedang melintas di jalan menjadi korban pengeroyokan  supporter. Ini sangat memprihatinkan,”kata anggota Komisi A DPRD Bantul, Amir Syarifudin, Sabtu (28/07/2018) malam.

Baca Juga :  Teror Pesanan Makanan Ancam Bantul

Melihat kasus-kasus ini dan kerugian yang ditimbulkan, maka politisi PKS ini berharap agar SSA tidak disewakan lagi untuk pertandingan bola. Selama pihak klub tidak bisa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat terkait ulah suporter mereka.

“Yang terjadi, dunia usaha dan masyarakat jadi ketakutan dan dirugikan.Untuk itulah saya minta dikaji ulang soal menyewakan SSA untuk pertandingan. Apalagi yang potensial mendatangkan suporter dalam jumlah besar,”katanya.

Semestinya, pertandingan bola menjadi sebuah hiburan, tontonan dan memupuk jiwa sportifitas termasuk di kalangan muda. Jangan justru sebaliknya menjadi ajang kerusuhan yang jelas tidak ada manfaatnya.

“Kasus terakhir sangat menyedihkan. Banyak siswa yang bolos sekolah untuk nonton klub kesayangnya,”kata Amir.

Baca Juga :  Sia-sia, Pencuri Pecah Kaca Tapi Zonk

Untuk itulah berbagai rentetan dan fakta yang ada, menurut Amir hendaknya bisa menjadi bahan kajian terkait sewa SSA.

Sementara itu terkait mmeninggalnya Iqbal usai dikeroyok kelompok suporter di dekat pintu 7 usai menyaksikan laga derby DIY, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang yang diduga melakukan pengeroyokan.

Keduanya adalah  LGF (21 tahun) warga Saman Bangunharjo, Sewon Bantul dan WTP (19 tahun) warga Jeruklegi,Desa Banguntapan.

Kedua pelajar itu ditangkap setelah tim gabungan baik dari Polsek Jetis,Polres Bantul dan Polda DIY melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi serta rekaman cctv.

Keduanya ditangkap Sabtu (28/07/2018) dini hari di rumah masing-masing. (SM)