Among Tani Dagang Layar Harus Realistis

393
Pelabuhan mangkrak di Kulonprogo. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Slogan Sultan dengan mengoptimalkan among tani dagang layar ditanggapi dingin oleh sebagian masyarakat pesisir. Aan (40), salah seorang warga Karangwuni Wates yang wilayahnya dibangun pelabuhan tidak begitu yakin slogan bisa direalisasikan

“Slogan itu sudah sejak pelabuhan mulai dibangun delapan tahun silam. Namun kami rakyat belum merasakan hasilnya. Namun demikian kami masih berharap ada peningkatan greget dan mewujudkan slogan tersebut,” ujar Aan, Selasa (11/10/2017).

Dia menyayangkan pembangunan pelabuhan tak kunjung dapat digunakan. Dirinya beserta kawan kawannya sudah berkurban melepas tanah garapan untuk pelabuhan namun hasilnya belum ada.

“Karena kami butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, makanya kami setengah memaksa menjadikan pelabuhan menjadi obyek wisata” katanya

Aan mengatakan, bangunan besar yang nilainya milyaran rupiah sayang menjadi mangkrak.
Dia memang masih berharap agar setelah pelantikan gubernur pelabuhan bisa dioperasikan agar geliat ekonomi masyarakat bergulir meningkat. Dan membawa kesejahteraan

“Andai memang sudah tidak bisa dioperasikan pelabuhan ini, kami usulkan dijadikan obyek wisata yang besar. Kan ini mepet bandara sehingga sangat strategis. Namun wisata besar yang pengelolanya sebagian besaar warga setempat, bukan malah didominasi orang luar,” ungkap Aan yang aktif sebagai pelaku pariwisata Karangwuni ini.

Sementara Edi Priyana, anggota DPRD Kulonprogo sekaligus tokoh masyarajat Bugel Panjatan menyatakan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto agar segera di selesaikan dan bisa dimanfaatkan. Fasilitas kaum nelayan perlu diperbaiki. Mantan Kades ini menyambut baik terkait jargon Sultan.

“Jargon Ngarso dalem yg memang scara filosofi keraton kasultanan Ngayojokarto punya halaman dua sisi yaitu menghadap ke utara (gunung merapi) dan selatan (laut selatan). Bisa dimaknai pertama hubungan antara kepentingan manusia dengan Tuhanya ( simbol gunung merapi berbentuk piramid) dan hubungan kepentingan antar manusia ( dg simbul laut selatan), ungkapnya.

Dalam hal urusan hubungan antar umat manusia, Ngarso Dalem sebagai gubernur DIY di harapkan mampu menciptakan kehidupan kuwulo Ngayojokarto yang sejahtera dengan modal potensi seperti sumber daya yang ada.

“Semoga dengan jargon tersebut kebijakan pemerintah propinsi kedepan lebih bisa mengembangkan potensi sumber daya alam di wilayah selatan di semua sektor,” katanya.

Sebagai warga Panjatan, dia berharap banjir selatan di Kulonprogo sebagai akibat dari pendangkalan semua sungai yg menjadi kewenanganya segera mendapatkan perhatian. Sebab ketika banjir terjadi kegiatan pertanian di kulonprogo terganggu di Panjaran dan sekitarnya ini

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati berpendapat, sekarang ini sudah saatnya untuk secara riil mendorong memberi stimulan agar kegiatan masyarakat selatan dapat membangun dirinya sesuai dengan jargon tersebut

“Untuk masyarakat Kulonprogo soal pertanian sudah tidak asing. Termasuk mengolah lahan pasir yang kering menjadi lahan pertanian yang handal sudah dilakukan sejak tahun delapan puluhan dengan pelatihan dari Taiwan waktu itu. Namun masalah dagang layar ini yang harus dilakukan tuntunan dan dorongan. Kerja sama lintas sektoral instansi provinsi maupun kabupaten harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Dikatakan, menangkap ikan dilaut baru dilakukan sebagian kecil masyarakat secara trasdisional, sehingga hasilnya juga tidak seberapa. Dengan tekad Gubernur yang tentu harus didukung aparat dibawahnya digambarkan dalam angan angan akan ada hasil ikan yang berlipat lipat dari sekarang.
“Masyarakat kiranya perlu diberikan pemahaman dan ketrampilan mengolah ikan dan menjual dalam jumlah besar. Kalau tidak usaha besar yang dilakukan hanya akan ditangkap hasilnya oleh pelaku yang sudah berpengalaman. Warga setempat malah hanya jadi buruh atau penonton saja,” ujar Akhid Nuryati

Oleh karena itu peran Dinas Kelautan, Perdagangan, Pariwisata agar sinergis untuk mengibarkan dagang layar dipesisir yang ada pelabuhannya ini.(yve)