Anak-anak Senang Bermain di Masjid

317
Anak-anak mendapatkan tempat yang menyenangkan bermain di Masjid Baiturrohim Jalan Sidokabul. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Masjid Baiturrohim di Jalan Sidokabul Kelurahan Sorosutan Yogyakarta direnovasi secara bertahap sejak tiga bulan lalu. Bulan Ramadan 1439 Hijriyah kali ini jamaah lebih leluasa melaksanakan ibadah.

Masjid inti yang merupakan wakaf dari H Sugiyarto SH CN (almarhum) yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 22 Februari 1992 ini sudah tidak mampu lagi menampung jamaah yang terus bertambah. Selain itu, kegiatan jamaah pun bertambah.

Renovasi tersebut di antaranya mengepras sisi selatan sehingga bisa mendapat tambahan serambi seluas 4 x 12 meter. Juga pemasangan menara masjid setinggi 10 meter dari tanah maupun pembangunan tempat untuk anak-anak agar terpisah dari tempat orang tua.

Di masjid ini terbawa suasana anak-anak yang cenderung senang bermain, bicara sendiri dan semua sifat keingintahuan yang melekat anak-anak. Semua itu tidak mengganggu kekhusyukan ibadah orang tua yang ada di sebelahnya.

“Tempat untuk anak-anak ini seluas 200 m2. Tanahnya merupakan wakaf dari keluarga Nugroho Santosa, pemilik hotel di seberang masjid,” kata Agus Haryanto, Ketua Takmir Masjid Baiturrohim menjawab pertanyaan koranbernas.id, Minggu (27/05/2018) menjelang Maghrib di depan masjid.

Pembangunannya hingga saat ini sudah menghabiskan dana Rp 250 juta. Dari dana itu Rp 75 juta di antaranya merupakan infak selama setahun. Selebihnya merupakan swadaya jamaah. Pembangunannya belum selesai dan usai Ramadan akan diteruskan.

Jamaah berbincang santai di kaki serambi yang baru. (arie giyarto/koranbernas.id)

Berkembang

Selain sebagai tempat melaksanakan ibadah salat lima waktu, Masjid Baiturrohim juga menjadi pusat kegiatan yang berkait dengan pembangunan moral keagamaan.

Di antaranya akan ditambah dengan TPA dan TPQ untuk anak-anak dan remaja. Iqra dan belajar membaca Alquran bagi ibu-ibu yang peminatnya terus bertambah.

Selama ini kegiatan itu menempati rumah Angkasa, seorang pegiat sekaligus takmir di Masjid Baiturrahim, di bawah bimbingan dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan santri Pondok Pesantren Krapyak.

Masjid inti wakaf keluarga H Sugiyarto SH CN. (arie giyarto/koranbernas.id)

Untuk anak-anak juga ada kegiatan cerita oleh Kak Iwan. Substansinya pendidikan agama, tetapi dengan cerita sehingga diharapkan bisa lebih terserap.

Setiap hari masjid tersebut menyediakan 250 boks makanan untuk takjil. “Semalam ada sahur bersama. Kegiatan ini akan berulang malem selikuran nanti,” kata Agus.

Untuk memberikan kenyamanan pada jamaah  yang tengah beribadah, dipasang beberapa unit AC serta kipas angin. Sebenarnya wakaf dari keluarga Nugroho ini sudah agak lama tetapi belum tergarap.

Setelah pembaruan pengurus takmir dan sebagian besar anak-anak muda, renovasi bisa segera ditangani. (sol)