Anak Sehat Berawal dari Isi Piringnya

338
Wakil Ketua TP PKK DIY GKBRAy Paku Alam X bersama GKR Bendara menghadiri dialog Edukasi Isi Piring Anak 4-6 Tahun, Rabu (14/02/2018), di West Lake Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Anak sehat adalah dambaan setiap orang tua. Semua itu bisa terwujud diawali dari kecukupan gizi yang terkandung dalam isi piringnya.

“Agar gizi anak tercukupi, orang tua memiliki peran untuk memperhatikan jenis dan jumlah asupan makanan yang seimbang dan sesuai kebutuhan anak dalam makanan sehari-hari,” ungkap Seala Septiani, pakar nutrisi.

Tatkala menjadi pembicara dialog Edukasi Isi Piring Anak 4-6 Tahun dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional, Rabu (14/02/2018) di West Lake Yogyakarta, dia menyampaikan pentingnya setiap ibu memberikan makan dan minum yang tepat untuk anak-anak mereka.

Acara yang dihadiri Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAy Paku Alam X, GKR Bendara (putri Sultan HB X) serta Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Mulyati Yuni Pratiwi.

Menurut Seala Septiani, saat ini masih banyak anak mengalami kekurangan gizi kronis yang akhirnya menyebabkan stunting (tubuh pendek) dan obesitas, termasuk di DIY. Di sisi lain, juga terjadi anak dengan gizi berlebih atau obesitas.

Sedari kecil, lanjut dia, anak perlu diperkenalkan dan dibiasakan mengkonsumsi sayur, buah, protein dan karbohidrat dengan pembagian yang seimbang.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2015, terdapat 870 anak ata 0,5 persen dari seluruh anak atau balita di DIY mengalami stunting.

Solusi terhadap permasalah tersebut, diperlukan konsistensi edukasi gizi untuk anak dengan memperhatikan keseimbangan gizi yang dikonsumsi anak.

Sustainable Development Senior Manager Danone Indonesia, Wailayati Ningsih, menambahkan Edukasi Isi Piringku Anak 4-6 Tahun yang diselenggarakan Danone Indonesia di DIY kali ini merupakan kelanjutan dari komitmen Danone Indonesia mengedukasi warga mengenai Pedoman Gizi Isi Piring Anak 4-6 Tahun.

Baca Juga :  Penghuni Kos Sulit Menghindar Saat Didatangi Petugas BNN

Danone bersama FEMA IPB mengembangkan pedoman makan dan minum sekali saji untuk anak usia 4-6 tahun dalam kampanye edukasi Isi Piring Anak 4-6 Tahun.

Pedoman Gizi Isi Piring Anak 4-6 tahun ini merupakan dukungan atas gerakan yang dicanangkan pemerintah yaitu Isi Piringku. Pada November 2017, Danone Indonesia memulai gerakan tersebut dengan mensosialisasikan buku Panduan Isi Piring Anak 4-6 Tahun yang disusun bersama FEMA IPB dan mengadaptasi dengan gerakan Isi Piringku oleh pemerintah.

“Setelah melakukan edukasi terhadap guru PAUD, orang tua siswa PAUD dan siswa PAUD di daerah Jakarta dan sekitarnya, kini Danone Indonesia melanjutkan sosialisasi pedoman Gizi Seimbang Isi Piring Anak 4-6 tahun di Yogyakarta,” ujarnya.

Peserta Edukasi Isi Piringku Anak 4-6 Tahun foto bersama usai acara. (istimewa)

Revolusi pangan

Seperti diketahui, pada pertemuan Eat Forum Oktober 2017, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, setiap pemangku kepentingan harus mampu menjalin kerja sama untuk memenuhi ketahanan pangan, keberlanjutannya dan kualitasnya.

Hal ini pula yang sejalan dengan gerakan revolusi pangan yang gencar dilakukan Danone Indonesia. Revolusi Pangan adalah suatu gerakan yang dicetuskan oleh Danone sebagai korporat, dengan mengajak peran serta konsumen, mitra ritel, petani, pemasok barang dan Yayasan Nirlaba untuk bersama-sama membuat desain, memproduksi, memasarkan dan mengkonsumsi makanan dengan cara yang baru, yaitu cara yang dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat serta menjaga kesinambungan bumi itu sendiri.

“Bersama-sama, kita mendorong gerakan Revolusi Pangan. Kita adalah bagian dari gerakan untuk mengubah dunia melalui makanan dan minuman. Danone mengajak masyarakat untuk menyadari, setiap kita makan dan minum kita ikut menentukan masa depan dunia yang kita tinggali,” kata Wailayati Ningsih.

Baca Juga :  PKS Muda Turun ke Pasar Bersihkan Sampah

Danone secara gencar menyebarkan dampak positif dengan dengan menciptakan lima poin ambisi yang harus dicapai, yakni melawan perubahan iklim, menjaga siklus air, mendukung agrikultur yang berkelanjutan, meningkatkan keberlanjutan daur ulang dari setiap produk kemasan serta mengurangi limbah makanan.

Peserta Edukasi Isi Piring Anak 4-6 Tahun mempraktikkan tepuk PAUD.

Direktur Sustainable Development, Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menjelaskan Gerakan Isi Piringku Usia 4-6 tahun dilakukan untuk menjawab salah satu poin pendukung ambisi Danone dalam gerakan Revolusi Pangan.

Bagi Danone, dengan anak memiliki tubuh yang sehat dan cakupan gizi seimbang dari bumi yang sehat akan mendorong lahirnya generasi unggul di masa mendatang.

Yogyakarta merupakan kota yang memiliki nilai historikal yang panjang dan mendalam bagi Danone Indonesia. Salah satu bagian dari Danone Early Life Nutrition, PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada), mendirikan pabrik pertamanya.

Sarihusada (dahulu bernama NV Saridele) beroperasi di Indonesia sejak tahun 1954 dan menjadi perusahaan pioner dalam mewujudkan Program Kecukupan Protein Nasional yang diselenggarakan pemerintah Indonesia bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dengan seluruh kegiatan yang dilakukan Danone Indonesia di Yogyakarta, kami berharap edukasi isi Piring Anak 4-6 tahun dapat tersebar sehingga komitmen Danone Indonesia dalam pemenuhan nutrisi pada anak dapat terus berjalan dan memberikan dampak yang baik bagi bumi,” ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan slogan “One Planet One Health“ dari Danone dan komitmen perusahaan terhadap asupan gizi seimbang agar anak Indonesia menjadi sehat dan cerdas serta menjadi bagian dari generasi maju. (sol)