Aneh, Ada Anak SMA Tidak Hafal Pancasila

202
Pengurus PW IPPNU DIY bersama pimpinan dan anggota Komisi A DPRD DIY usai audiensi, Senin (26/02/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ibarat rumah Pancasila adalah fondasi. Jika fondasi dasarnya dibiarkan lemah maka ambruklah rumah itu. Demikian pula negara. Tanpa fondasi ideologi Pancasila, dikhawatirkan negara bisa ambruk. Itu sebabnya generasi muda sebagai penerus bangsa harus memahami ideologi negara Pancasila.

”Pancasila sangat penting, harus dijunjung tinggi dan dipahami secara utuh. Kenapa pascareformasi Pancasila terlupakan, ada anak-anak SMP dan SMA tidak hafal Pancasila, kan aneh,” ungkap Sukarman, Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Senin (26/02/2018), sewaktu mendampingi Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menerima audiensi Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) DIY di DPRD DIY.

Mereka yang terdiri dari Siti Nurul khotimah, Umi Maryam, Haibatun Nisa serta Nur Solikhah, datang ke DPRD DIY dalam rangka persiapan program Sekolah Pancasila.

Gagasan Sekolah Pancasila yang akan dijalankan para pelajar dan mahasiswa putri itu memperoleh apresiasi. Ini sejalan dengan program Sinau Pancasila dengan leading sector Kesbangpol DIY bersama Komisi A DPRD DIY yang menyasar generasi milenial seluruh kecamatan di provinsi ini.

Baca Juga :  Sekjen Golkar Tak Boleh Punya Agenda Tersembunyi

Sukarman, anggota DPRD DIY dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kulonprogo itu menambahkan jangan sampai Sekolah Pancasila PW IPPNU DIY hanya sebatas keinginan dan angan-angan semata. Harus ada program yang cetha dan jelas.

Dia kemudian menyarankan organisasi tersebut berkoordinasi dengan pemilik anggaran. ”Kalau cuma keinginan tanpa didukung finansial, nonsens. Silakan koordinasi dengan Kesbangpol DIY serta DPRD Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Pengurus PW IPPNU DIY berdialog dengan pimpinan Komisi A DPRD DIY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sependapat, anggota Komisi A, Slamet, PW IPPNU DIY selain perlu silaturahim ke Kesbangpol DIY juga Kesbangpol Kabupaten/Kota.

Dia yakin, program Sinau Pancasila Pemda DIY dapat sejalan dengan program PW IPPNU DIY. “Di lingkungan IPPNU saya yakin tidak ada yang nakal. Kalau ada paling satu, dua, tiga, empat,” ungkap anggota dewan dari Dapil Gunungkidul itu.

Baca Juga :  PRJ Ajang Promosi UMKM DIY

Menyampaikan kesimpulan audiensi, Eko Suwanto menyatakan anak-anak muda memang punya banyak ide dan pemikiran kreatif. Komisi A berkomitmen mendukung langkah PW IPPNU DIY, bersama-sama  Pemda DIY melaksanakan program Sinau Pancasila dengan fokus partisipasi generasi zaman now atau generasi milenial.

Tak lupa, anggota dewan dari Dapil Kota Yogyakarta ini berpesan agar IPPNU menjadi teladan. “Mari bersama-sama Sinau Pancasila dan budi pekerti untuk menangkal paham yang ingin memecah belah NKRI, menangkap penganut kekerasan dan terorisme karena faktanya banyak anak muda jadi sasaran,” paparnya.

Sebagai calon pemimpin bangsa ke depan, Eko Suwanto berharap PW IPPNU DIY menjadi semacam kawah candradimuka. Anggota organisasi ini nantinya bisa menjadi kepala desa (kades), dosen atau peneliti yang memberikan kontribusi bagi NKRI. “Seperti Pak Karman , sebelum jadi dewan jadi kepala desa,”ungkapnya. (sol)