Aneh, Istri Dituntut Suami Gelapkan Uang Keluarga

362
Kedua putri terdakwa terdakwa kasus penggelapan uang, Endah Asmarawati membentangkan poster yang berisi curahan hati mereka di PN Sleman, Selasa (30/01/2018). (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Aneh-aneh saja persoalan keluarga yang mengemuka saat ini. Kalau sebelumnya ada anak yang menuntut ibunya yang renta, kini ada suami yang menuntut istrinya dihukum karena dianggap menggelapkan uang keluarga.

Sebut saja Endah Asmarawati yang dipenjara karena suaminya DAZ melaporkannya ke polisi. DAZ menuduh istrinya sendiri menggelapkan uang deposito yang diinvestasikan ke koperasi tempat di mana istrinya bekerja. Padahal, terdakwa Endah menggunakan bunga deposito itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama biaya sekolah anak.

Kasus yang menimpa terdakwa ini terbilang unik, bahkan aneh. Endah dituduh menggelapkan uang suaminya sendiri meski mereka berdua masih terikat perkawinan yang sah sebagai suami istri.

Baca Juga :  Mari Ajak Anak Cintai Lingkungan

Tris Pratikno SH salah satu kuasa hukum terdakwa saat persidangan perdana, Selasa (30/01/2018) siang, di Pengadilan Negeri (PN) Sleman menuturkan, pelapor DAZ menuduh istrinya sendiri menggelapkan uang deposito yang diinvestasikan ke koperasi tempat di mana istrinya bekerja. Padahal, terdakwa Endah menggunakan bunga deposito itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama biaya sekolah anak.

“Selama bertahun-tahun, pelapor tidak pernah memberikan nafkah dengan layak kepada keluarganya. Klien ini didakwa penggelapan dalam keluarga, padahal dalam keluarga tidak ada istilah penggelapan harta suami atau istri,” ungkapnya.

Uang yang diinvestasikan atau didepositokan sebesar Rp 200 juta. Sebagian dari uang tersebut dicairkan terdakwa untuk menghidupi dirinya dan kedua putri yang kini duduk di bangku SMP dan SD.

Baca Juga :  Ini Penyebab Banyaknya Warga Miskin di DIY

“Seharusnya secara hukum ini tidak bisa dituntut, apalagi sang suami juga tidak memberikan nafkah kepada keluarga,” kata dia pada persidangan perdana yang akhirnya ditunda hingga Kamis (01/02/2018) besok.

Sementara Suraji Noto Suwarno SH, salah satu penasehat hukum terdakwa menyatakan, pihak terdakwa akan menghormati proses hukum yang berlangsung. Namun, Suraji menegaskan, secara hukum acara, kasus tersebut sejatinya tidak dapat disidangkan.

“Ketika mengacu pada pasal 376 yang acuannya pasal 367 ayat 1 dan ayat 2, ini sebenarnya tidak bisa. Tapi dalam fakta, klien kami disidangkan sebagai terdakwa, dan ini merupakan sesuatu yang dipaksakan,” tandasnya. (yve)