Anggaran Tanggap Darurat Minim, Penanganan Korban Bencana Alam Kurang Optimal

582
Banjir di Kebumen sudah mulai surut, Rabu (18/10/2017). Namun demikian, genangan air masih terlihat di sejumlah lokasi. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pemangkasan anggaran masa tanggap darurat bencana alam sampai Rp 900 juta,   dikhawatirkan berakibat tidak optimalnya penanganan  korban bencana. Kekhawatiran ini benar terjadi, ketika terjadi banjir, tanah longsor di beberapa desa di Kebumen, dalam 2 hari terakhir. Korban banjir yang mencapai lebih dari 1500 kepala keluarga, sebagian  besar tidak tertangani.

Warga bertahan di rumah-rumah mereka yang digenangi  air dengan kedalaman rata -rata 40 cm. Tidak terlihat upaya yang mencolok evakuasi atau bantuan pangan untuk mereka. Beruntung air cepat surut. Kurang dari 24 jam, air di permukiman sudah surut.

Meskipun demikian mereka khawatir terjadi banjir susulan, jika terjadi hujan di hulu Sungai Kedungbener  seperti yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Memprihatinkan, Geopark Tidak Beri Pendapatan Daerah

Sisa anggaran tanggap darurat per pekan lalu yang hanya tinggal Rp 300 juta, menyulitkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen menangani  daerah banjir yang begitu luas.

Bupati  Kebumen HM Yahya Fuad yang meninjau ke daerah banjir di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen Selasa (17/10/2017), tidak memasuki  daerah bencana banjir.

Rombongan Bupati tertahan di Dukuh Kedungbener,   Desa Wonosari, Kebumen. Dalam akun facebooknya Yahya berjanji menangani sebaik mungkin korban.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Muhyidin dan Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen Sukamto yang dimintai penjelasan cara menanggulangi bencana di saat anggaran tanggap darurat terbatas,  belum merespon.

Dihubungi melalui whatsApp, Rabu (18/10/2017) pagi,  Muhyidin dan Sukamto belum merespon hal itu.

Baca Juga :  Kelas Berbagi Diharapkan Munculkan Pengusaha Kreatif

Hari Jumat (13/10/2017) Pelaksana Kepala BPBD Kebumen Eko Widiyanto kepada wartawan menjelaskan, pada APBN murni tahun anggaran 2017, anggaran untuk masa tanggap darurat mencapai  Rp 2,7 miliar. Anggaran itu berkurang Rp 900 juta, ketika perubahan APBD Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran  2017.

Setelah ada pemangkasan, anggaran tanggap darurat  hanya tinggal Rp 1,7 miliar. Dari jumlah itu, masih    tersisa  Rp 300 juta.

“Ada penghematan anggaran tanggap darurat,“  kata Eko Widiyanto.(SM)