Anggota DPRD DIY Bawa Tukang Pijat Bantu Pengungsi

522
Ketua Komisi A DPRD DIY ikut memijat pengungsi di lokasi pengungsian Kebonagung Imogir Bantul, Kamis (30/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Para pengungsi korban banjir dan longsor yang menempati tempat pengungsian di Posko Utama Balai Desa Kebonagung Imogiri Bantul, Kamis (30/11/2017) sore, tampak sumringah. Mereka bergembira menerima kunjungan pimpinan dan anggota Komisi A DPRD DIY.

Ini karena kedatangan anggota dewan kali ini sambil membawa para tukang pijat. Tentu saja, bantuan tersebut langsung disambut suka cita. Seorang ibu lanjut usia (lansia) tampak tidak sabar dan minta segera dipijat. Dia terlihat melek merem menikmati pijatan di kepala.

Tidak mau kehilangan kesempatan, sejumlah pengungsi laki-laki antre bahkan ada yang langsung melepas baju kemudian merebahkan tubuhnya di tikar minta dipijat.

Maklum saja, para pengungsi itu kondisinya sudah lelah dan kurang tidur. Apalagi, para pemijat yang sukarela membantu itu merupakan pemijat profesional tergabung dalam organisasi perkumpulan para pemijat penyehatan Indonesia.

“Semua pemijat ini sudah bersertifikat. Hari ini mereka menjadi relawan dan tidak boleh dibayar,” ujar Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY di hadapan para pengungsi. Dia didampingi wakil dan sekretaris Sukarman dan Agus Sumartono serta anggotanya Albani dan Edi Susila.

Bahkan Eko Suwanto ikut memijat salah seorang pengungsi. Selama beberapa menit dia memijat punggungnya, kemudian tugas itu diteruskan ahlinya, pemijat yang sesungguhnya.

Dalam kesempatan itu, bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY anggota Komisi A DPRD DIY juga menyalurkan bantuan berupa logistik dan juga kain sarung.

Sebelum turun lapangan, Komisi A DPRD DIY sudah melakukan koordinasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Mereka diterima Pelaksana Tugas Kepala BPBD DIY, Krido Suprayitno beserta jajarannya maupun Danang Samsu dari Pusdalops PB.

Kepada wartawan Eko Suwanto menyampaikan, kunjungan Komisi A DPRD DIY  ke BPBD maupun posko pengungsian untuk memastikan koordinasi penanggulangan bencana berjalan baik.

Solidaritas

Dia juga mengimbau masyarakat di DIY terus meningkatkan rasa solidaritas dan gotong royong untuk bahu-membahu menangani dampak akibat siklon tropis Cempaka.

Komisi A DPRD DIY telah menerima laporan situasi terkini dari BPBD DIY atas dampak anomali cuaca dan tingkat kerusakan serta korban jiwa akibat bencana longsor.

“Kita sampaikan duka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan bersabar atas musibah ini, saat ini seluruh potensi penanggulangan bencana tengah bekerja,” kata Eko Suwanto.

Dukungan langkah operasi penanggulangan bencana di daerah oleh BPBD DIY telah diberikan, termasuk opsi jika diperlukan tambahan anggaran operasional.

Seperti diketahui, kerusakan sejumlah fasilitas infrastruktur seperti jembatan, talud akibat terjangan air hujan hingga longsoran di sejumlah titik, butuh penanganan lanjutan.

“Kita dukung jika memerlukan tambahan anggaran setelah ada laporan lengkap kebutuhan apa saja terkait penanggulangan bencana di daerah,” tambahnya.

Guna penanganan korban yang terpaksa mengungsi akibat banjir, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini meminta agar tenaga kesehatan siap memberikan pelayanan optimal.

“Kita rekomendasikan pemda untuk buka rumah sakit dan puskesmas di wilayah yang terdampak bencana,  siap 24 jam, berikan layanan terbaik untuk rakyat yang terdampak. Kita harapkan Pemda juga menjamin kebutuhan air bersih dan air minum bagi masyarakat diwilayah yang terkena bencana,” kata dia.

Bagi masyarakat yang akan gotong royong sebaiknya koordinasi dengan BPBD DIY agar mengetahui peta kebencanaannya dan peta kebutuhan masyarakat yang terkena dampak bencana.

Pimpinan dan anggota Komis A DPRD DIY menyalurkan bantuan untuk pengungsi. (istimewa)

Secara khusus Komisi A DPRD DIY yang bermitra dengan BPBD DIY telah merekomendasikan prioritas penanganan korban dan warga terdampak. Terkait koordinasi penanggulangan bencana, telah ada  garis komando di masing-masing wilayah.

“Kita percaya dengan gotong royong, masalah akibat bencana ini akan cepat selesai. DPRD bersama Pemda DIY dan pemerintah desa tentu akan bekerja keras dan tanpa lelah membantu masyarakat,” kata dia.

Tugas Komisi A memastikan konsolidasi antar lembaga di Pemda DIY dapat bersatu padu sesuai tugas dan kewenangannya dalam membantu masyarakat atasi krisis akibat bencana alam.

Sedangkan Krido Suprayitno setelah Gubernur DIY menetapkan status siaga darurat bencana banjir, longsor dan angin kencang mulai 28 November 2017 sampai 31 Maret 2018, maka pemerintah kabupaten/kota se-DIY sudah menetapkan tanggap darurat di masing-masing wilayahnya.

“Kabupaten dan kota diberi kesempatan paling lama satu bulan. Tanggap darurat bisa diperjanjang, setelah satu bulan maka akan diambil alih oleh provinsi. Itu rencana. Tapi kita serahkan kepada Allah SWT. Jika berdampak dan penting maka siaga darurat bisa ditingkatkan secara cepat tanpa harus menunggu satu bulan,” ungkapnya. (sol)