Anggota DPRD Ini Sering Main Ketoprak

366
Anggota FPP DPRD Bantul Jumakir (kiri) tampil dalam ketoprak Mataram dengan lakon Ken Arok di Karangnongko Jetis, Sabtu (02/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Anggota FPP DPRD  Bantul,  Jumakir, selama ini dikenal sebagai wakil rakyat yang peduli terhadap pelestarian seni tradisi. Pria yang tinggal di Tirtonirmolo ini ikut nguri-uri Ketoprak, bahkan sering  turut main.

Pada Sabtu (02/09/2017) malam, saat pentas ketoprak Mataram dengan lakon Ken Arok  di Dusun Karangnongko Desa Sumberagung Jetis Bantul, dengan luwes Jumakir bermain bersama seniman-seniwati yang sudah mumpuni di bidangnya. Aksinya juga mengundang aplaus meriah dari ratusan penonton yang memadati lokasi pementasan.

“Untuk pementasan ini saya tidak latihan secara khusus. Jadi improvisasi saja, sesuai dengan lakon yang akan dimainkan. Saya pelajari dulu jalan ceritanya,” kata Jumakir kepada koranbernas.id usai pementasan.

Bukan kali ini saja dirinya ikut bermain ketoprak. Beberapa kali warga mengajak bergabung dan dirinya tidak pernah menolak. “Ini adalah wujud nyata saya untuk melestarikan seni Ketoprak agar tetap lestari dan bisa dikenal generasi penerus,” katanya.

Selain bermain ketoprak, Jumakir juga turut mendukung  berkembangnya ketoprak di masyarakat. Saat pentas  Ketoprak dengan lakon Ngundhuh Wohing Pakarti yang dibawakan oleh paguyuban ketoprak Desa Bantul “Cipto Budoyo” pekan lalu, Jumakir turut berperan di sana.

Ketua Paguyuban Ketoprak “Cipto Budoyo” Desa Bantul, Kuswandi, mengatakan kendala pengembangan ketoprak adalah biaya. Sekali pentas dengan panggung dan tata cahaya standar harus keluar biaya Rp 20 juta lebih. Biaya itu termasuk sewa kostum, tata rias, wiraga dan sinden yang mengambil dari tempat lain karena Desa Bantul belum memiliki gamelan dan biaya untuk keperluan lainnya.

Maka dirinya sangat bersyukur ketika ada anggota dewan turut berperan dengan dana aspirasi yang ada. “Terima kasih kepada Bapak Jumakir yang sudah bersama-sama warga Desa Bantul melestarikan ketoprak,” katanya. (sari wijaya)