Anggota DPD RI Prihatin Tiap Hari Muncul Korupsi

153
Anggota DPD RI Cholid Mahmud (kiri) menyampaikan paparan pada acara Sosialisasi MPR RI di Gedung Sekretariat DPD RI DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, Cholid Mahmud, merasa prihatin banyaknya kasus korupsi. Padahal, peraturan dan perundang-undangan tentang korupsi di Indonesia paling lengkap dibanding negara Asia lainnya.

“Namun kasus korupsi masih saja terjadi. Setiap hari lewat media muncul kasus korupsi dari pejabat pusat, provinsi bahkan kabupaten,” ujarnya pada acara sosialisasi di Gedung Sekretariat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta, Rabu (07/02/2018).

Sosialisasi kali ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sosial Peningkatan Partisipasi Kampung (LSPPK) Kota Yogyakarta. Adapun peserta di antaranya berasal dari pegiat kegiatan masyarakat kampung di Kota Yogyakarta.

Cholid Mahmud mengatakan, fenomena ini menunjukkan, banyak peraturan belum diikuti ketaatan dan kedisiplinan warga. “Semangat membuat peraturan belum diiringi semangat disiplin dan taat terhadap aturan. Hukum benar-benar belum berdaya di tengah masyarakat. Ini yang harus diubah,” kata dia.

Menurut dia, Law enforcement sangat penting dan mendesak, daripada jumlah peraturan yang dihasilkan oleh lembaga DPR RI. “Selama ini DPR dan DPD RI sangat produktif menghasilkan UU. Namun perlu dipertanyakan seberapa jauh aturan perundangan tersebut mampu membentuk ketertiban dan keteraturan serta rasa terlindungi masyarakat,” ungkapnya.

Dia sepakat, hukum harus menjadi panglima dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Artinya, pendekatan hukum menjadi arus utama dalam menjalankan sistem pemerintahan bukan dengan pendekatan kekuasaan. (sol)