Angin Barat, Gelaran JAS Digeser Februari

118
Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga (kiri) dan Kadinpar DIY Aris Riyanta menyampaikan paparannya terkait JAS, Senin (15/01/2018). (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gelaran dirgantara terbesar di Yogyakarta, Jogja Air Show (JAS) mulai tahun ini digeser penyelenggaraannya di bulan Februari. JAS 2018 akan digelar 17 – 18 Februari dengan melibatkan empat venue.

“Pertimbangannya, saya sering dapat masukan dari teman-teman FASI DIY yang nggak bisa ikut Jogja Air Show kalau digelar bulan Maret atau Juni. Beberapa nomor seperti paralayang, gantole atau pun paramotor membutuhkan angin barat yang berhembus sampai Februari atau awal Maret,” kata Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga.

Kepada sejumlah media, Senin (15/01/2018) siang, saat jumpa pers terkait persiapan penyelenggaraan Jogja Air Show, Novyan menyebutkan, tahun ini, JAS menanggalkan kata internasional yang mulai disematkan sejak tahun lalu. Secara resmi, event ini akan bernama “JAS 2018 Pelangi Nusantara”.

“Kita menguatkan nilai lokalnya, oleh sebab itu kita tidak lagi menggunakan istilah internasional. Tahun lalu kita pakai nama Jogja International Air Show, tapi tahun ini kita kembalikan lagi. Tapi, tetap akan banyak kejutan dan kemeriahan di JAS 2018,” ujarnya.

Panitia JAS tahun ini akan memberikan beberapa kejutan seperti pemecahan rekor nasional 50 paramotor terbang bersama, yang akan dilakukan di pembukaan JAS, 17 Februari mendatang, di Depok Airstrip. Selain itu, penampilan Jupiter Aerobatic Team (JAT) juga akan kembali dipertontonkan ke publik.

“Jangan lupa, tetap akan ada penampilan dari penerjun payung asing. Jika tahun lalu ada 200 penerjun payung asing dari 19 negara, tahun ini kami harapkan dapat meningkat,” tutur Novyan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan, acara JAS 2018 diharapkan dapat lebih mengangkat sektor kepariwisataan di DIY. “Kami berharap pengunjung lebih banyak. Di tahun lalu ada 50.000 lebih atau tepatnya sekitar 52.000 orang wisatawan, tahun ini kami targetkan naik, apalagi JAS kali ini sudah penyelenggaraan ke-13,” terangnya.

Lebih lanjut Aris menuturkan, Dinas Pariwisata sangat mendukung pelaksanaan JAS 2018 di bulan Februari. Bulan tersebut memang termasuk dalam kategori low season untuk kunjungan wisatawan.

“Saya sangat berterimakasih kepada Danlanud. Event ini selain menumbuhkan kecintaan masyarakat akan olahraga dirgantara, juga akan menambah kunjungan wisatawan,” tandasnya.

Beberapa atraksi yang akan ditampilkan dalam JAS kali ini di antaranya solo aerobatik dari sejumlah pesawat jenis micro light, aksi paramotor, gantole, paralayang dan terjun payung. Kemudian ada kejuaraan trike, fix wing, pentas aeromodelling yang kesemuanya akan digelar di empat venue. (yve)