Angka Bebas Jentik Di Sleman Belum Aman

240

KORANBERNAS.ID – Tim Pokjanal Kabupaten Sleman yang terdiri dari staf Dinas Kesehatan sebagai leading sector, Dinas Pendidikan, Bappeda, Bagian Kesra melakukan monitoring jentik nyamuk, Jumat (6/10) siang, di padukuhan Rewulu Wetan Sidokarto Godean Sleman.
Monitoring dipimpin Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Sleman, Dulzaini SKep. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Camat Godean Anggoro Aji Sunaryono SH.
Dari hasil monitoring yang dilakukan sebanyak 248 rumah atau Kepala Keluarga (KK) yang dikunjungi, 26 KK di antaranya teridentifikasi positif terdapat jentik nyamuk. Lewat temuan itu, Angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Rewulu Wetan hanya berkisar 89 persen. Meski tinggi, angka itu tergolong masih belum aman.
Menurut Kementerian Kesehatan prosentasi ABJ yang aman adalah 95 persen. Oleh sebab itu Dulzaini meminta agar masyarakat, khususnya yang tinggal di Dusun Rewulu Wetan, harus lebih aktif dalam melakukan monitoring.
“Yang harus diperhatikan adalah tempat-tempat di luar rumah seperti bekas botol, kaleng, ban dan tunggak bambu yang ada airnya sehingga berpotensi ada jentik nyamuknya,” kata Dulzaini usai melakukan pemantauan.
Lebih lanjut Dulzaini mengungkapkan, monitoring jentik jangan hanya dilakuakn sebulan sekali. Idealnya pengawasan dilakukan paling tidak seminggu sekali, karena dalam kurun waktu satu pekan, telur nyamuk akan menetas dan terus berkembang menjadi nyamuk dewasa.
“Kalau monitoring dilakukan secara rutin dilakukan, perkembangan nyamuk akan terputus,” tambahnya.

Baca Juga :  Museum Membangun Jati Diri Bangsa

Menurut Dulzaini kasus DB di Kecamatan Godean ada 53 endemis nyamuk, meskipun tidak ada korban, tetapi masyarakat harus selalu waspada dengan meningkatkan pengawasan oleh PJB (Pemantau Jentik Berkala).Sedangkan tujuan monitoring jentik itu sendiri untuk memotivasi masyarakat agar selalu sadar akan bahayanya demam berdarah dengan selalu melakukan PJB secara rutin. (ros)