Angkasa Pura Segera Tuntaskan “Land Clearing”

183
GM Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama menyampaikan keterangan pers, Rabu (21/03/2018) di Wates. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — PT Angkasa Pura segera menuntaskan land clearing, menyusul selesainya proses pembebasan tanah bandara.

General Manager (GM) Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, selaku juru bicara proyek pembangunan NYIA (New Yogyakarta International Airport) mengatakan pihaknya baru saja berkunjung ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

“Kami bersama Bupati Kulonprogo Pak Hasto Wardoyo, Kajati DIY dan beberapa pihak lain baru saja ke Kementeran ATR. Alhamdulillah, permohonan diskresi dari WTT  sebanyak 99 orang dikabulkan. Besok Jumat ganti rugi tanaman dan bangunan lainnya akan kami bayarkan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/03/2018), di Wates.

Selain masalah diskresi yang sudah disepakati, PT Angkasa Pura juga akan mengganti tanah wakaf Masjid Babul Jannah seluas 590 meter persegi senilai Rp 1,2 miliar di Glagah.

Pihaknya juga akan merelokasi Masjid Darusalam seluas 387 m2 di Kebonrejo, Mushala Nurul Iman 129 m2 di Janten dan Masjid Al Hidayah di Palihan.

Mengenai warga yang masih ngotot menolak tergabung dalam PWPP, menurut dia, ganti ruginya sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Wates.

“Kami akan temui langsung mereka untuk pendekatan persuasif. Kami berharap mereka bisa menerima putusan pengadilan sehingga semua berjalan kondusif,” katanya.

Ketika didesak wartawan bila PWPP ngotot menolak, menurut dia,  PT AP  akan meminta PN Wates mengeluarkan surat perintah pengosongan.

Soal pembangunan fisik, kata dia, saat ini dilakukan pemadatan calon landasan pacu. “Demi keselamatan kerja, awal bulan April Jalan Dendels yang melintasi kawasan bandara akan ditutup,” ungkapnya.

Pekerjaan fisik berupa landasan pacu sepanjang 3.250 meter lebar 60 meter serta apron taxy way sudah dilelangkan. “Kita berharap Mei sudah ada pemenang lelangnya. Pesertanya BUMN semua,” jelasnya.

Pandu mengakui ada beberapa perusahaan asing berminat dan melakukan penjajakan. (sol)