Angkat Seni Karawitan, Purbalingga Gandeng ISI Surakarta

441
Penandatanganan kerja sama Purbalingga dan ISI Surakarta.(prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Dalam upaya mengangkat potensi seni karawitan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan Pendidikan-Institut Seni Indonesia (LPPMPP ISI) Surakarta. Kerja sama ini tujuannya untuk pelestarian dan peningkatan potensi nilai seni dan budaya.

Naskah kerja sama yang berlaku satu tahun ke depan itu ditandatangani Kepala Dindikbud Purbalingga, Heriyanto SPd MSi dan Ketua LPPMPP ISI Surakarta, Dr RM Pramutomo M Hum, di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Senin (16/10/2017).

Ikut menyaksikan, Bupati Purbalingga Tasdi SH MM dan Rektor ISI Surakarta, Dr Guntur  M Hum.

Hadir pula, mantan Rektor ISI Surakarta Prof Dr Hj Sri Rochana Widyastutieningrum S Kar M Hum dan jajaran dosen ISI Surakarta, para kepala SMP se-Purbalingga, kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, serta sejumlah kepala Sekolah Dasar.

Tak ketinggalan, tampil pula grup karawitan gabungan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Purbalingga dan MGMP Seni Budaya SMP Purbalingga.

Mereka membawakan gendhing-gendhing Banyumasan seperti Gugur Gunung, Lancaran Bendrong Kulon, Lancaran Eling-eling, Lancaran Ricik-ricik dan Lancaran Siji Lima.

Grup karawitan tampil pada acara penandatanganan kerja sama. (prasetiyo/koranbernas.id)

Bupati Tasdi berharap, kerja sama pelestarian dan peningkatan potensi nilai seni dan budaya bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Adapun bentuk kerja samanya, ISI Surakarta akan dilibatkan pada pelaksanaan peringatan hari jadi Purbalingga, Desember mendatang.

“Nanti akan ada lomba karawitan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dan dosen-dosen ISI memberikan pelatihan, pengembangan dan pelestarian seni dan budaya di Purbalingga. Kami mohon  Bapak-Ibu kepala sekolah bisa memanfaatkan kerja sama ini,”  harap Bupati Tasdi.

Pihaknya akan terus mengembangkan seni karawitan, agar tetap lestari dan digemari generasi muda dan masyarakat umum.

Saat ini dari 18 kecamatan di Purbalingga, secara bertahap dilengkapi seperangkat gamelan. “Kepada masyarakat, silakan manfaatkan gamelan di setiap kecamatan untuk berlatih karawitan. Jangan sampai karawitan yang merupakan seni adiluhung milik bangsa Indonesia, diklaim milik asing,” ujar Tasdi.

Upaya melestarikan seni karawitan, lanjut Tasdi, terkait juga dengan pengembangan pariwisata di Purbalingga. Kabupaten ini merupakan destinasi wisata keempat di Jateng setelah Magelang dengan Candi Borobudur-nya, Kota Surakarta dan Kota Semarang.

“Pariwisata, seni dan budaya di Purbalingga akan terus kami kembangkan, agar Purbalingga semakin dikenal luas di tingkat regional, nasional hingga internasional,” tekat Bupati Tasdi. (sol)