APBD 2018 Bakal Defisit Rp 67,2 Miliar

522

KORANBERNAS.ID – Bupati Gunungkidul, Badingah mengaku tidak gentar, meski di tahun 2018 mendatang dana APBD mengalami devisit hingga Rp 67,2 miliar, sebagaimana nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 yang disampaikan Badingah dalam rapat paripurna DPRD, Senin (13/11/2017).

Dalam penyampaian itu dijelaskan, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1.709.753.444.756,74. Jumlah ini merupakan akumulasi dari dana perimbangan Pemerintah Pusat, pendapatan asli daerah serta lain-lain pendapatan daerah yang sah. Rencananya akumulasi pendapatan ini digunakan untuk pembiayaan belanja daerah, baik secara langsung maupun tidak lansung.

Hanya saja, dalam plafon ini terjadi defisit karena proyeksi belanja lebih besar dibanding pendapatan yang diperoleh pemkab. Tahun 2018 pemkab merencanakan anggaran belanja sebesar Rp 1.777.045.622.440,75. Ini berarti ada defisit anggaran sebesar Rp 67.292.177.684,01.

Meski ada kekurangan pembiayaan, Badingah mengaku tidak gentar dengan kondisi tersebut. Menurut dia, plafon tersebut masih bersifat rencana dan realisasinya masih berpotensi berubah. “Tidak masalah ada defisit. Sebab dalam pelaksanaannya nanti juga masih ada efisiensi yang bisa digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut. Selain itu juga masih ada silpa yang bisa dipergunakan,” kata Badingah kepada wartawan, usai rapat paripurna di DPRD.

Menurut Badingah, kekurangan tersebut bukan harus dipersoalkan, karena dalam pelasakaan akan dapat berjalan dengan baik. “Kita optimistis semua akan lancar sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

Ditambahkan Badingah, tema pembangunan di 2018 bertajuk meningkatkan pengembangan industry pariwisata sebagai basis pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kemandirian didukung kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, berbudidaya dan berintegritas. Mengacu dengan tema ini, lanjut dia, diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pilihan, urusan pendukung hingga urusan kewilayahan.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengaku santai dengan plafon APBD 2018 yang mengalami defisit. Menurut dia, kekurangan tersebut tidak akan mengganggu jalannya pembangunan di Gunungkidul. “Yang jelas angka defisit masih dalam batas kewajaran. Ini tidak perlu dipermasalahkan,” tuturnya. (yve)