Api Asian Games 2018 Diserahkan di Candi Boko

215
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menerima penyerahan Api Asian Games 2018 di pelataran Candi Ratu Boko Prambanan , Rabu (18/07/2018) sore. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Drs H Sri Puronomo MSI menerima penyerahan Api Asian Games 2018 di pelataran Candi Ratu Boko Prambanan, Rabu (18/07/2018) sore.
Sebelumnya, api tersebut dibawa Panitia INASGOC 2018 dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, begitu sampai di halaman komplek Candi Ratu Boko disambut Bregada Pemkab Sleman.

Selanjutnya api dibawa naik pelataran Candi Ratu Boko kemudian diserahkan ke Dimas dan Diajeng Kabuaten Sleman diiringi tari tradisional Reog dari Tirtomartani, Kalasan.

Setelah diterima Dimas Diajeng Sleman selanjutnya Api Asian Games diletakkan beberapa saat di sebuah meja kemudian diserahkan kepada Torch Ambasador Asian Games, 2018 Susi Susanti.

Susi Susanti membawa api yang ada dalam lentera tersebut ke pelataran Candi Brahma di Komplek Candi Prambanan.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman mendapat kehormatan karena menjadi tempat pertama kedatangan Api Asian Games 2018.

“Sleman menjadi tuan rumah pada momen penyatuan Api Abadi yang dibawa dari India dan Api Abadi dari Mrapen Gorobogan Jawa Tengah, kemudian menjadi obor Asian Games Tahun 2018,” kata Sri Purnomo.

Momentum ini semakin mengenalkan Kabupaten Sleman di mata internasional. “Ini dapat mengenalkan potensi-potensi wisata di Kabupaten Sleman ke dunia internasional,” tuturnya.

Sebelum mengelilingi 18 provinsi yang mencakup 50 kota di Indonesia, Api Abadi dari India yang mendarat di Bandara Adisutjipto dibawa ke Candi Boko pada 17 Juli 2018 dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Sleman dalam hal ini Bupati Sleman Sri Purnomo.

Setelah itu api dibawa ke Candi Prambanan untuk penyatuan dengan Api Abadi dari Mrapen sekaligus dilepas oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengatakan dengan dipilihnya Sleman menjadi permulaan perhelatan tersebut menjadi tolak ukur dari penilaian potensi yang dimiliki kabupaten ini.

Bukan hanya potensi wisata atau sebatas keindahan alamnya saja, melainkan kearifan dan budaya lokal yang dimiliki masyarakat mampu menjadi titik tolak penyebaran semangat euforia Asian Games 2018. (sol)