Arsip Bawaslu Bisa Jadi Alat Bukti Persidangan

4997
Kepala Sub Bagian Administrasi Bawaslu Jateng, Setyo Prambudi. (b maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kepala Sub Bagian Administrasi Bawaslu Jateng, Setyo Prambudi, menyatakan penataan arsip di lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga jajarannya ke bawah sangat diperlukan sebagai dokumen negara.

“Memang soal kearsipan itu ada ilmunya, mungkin tampak ribet misalnya harus punya buku masing-masing sesuai kode surat,” jelas Setyo pada acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Pilkada yang diselenggarakan Panwas Kota Semarang,  Sabtu (03/02/2018).

Penataan arsip disesuaikan klasifikasinya, selain itu penyimpanan surat berdasarkan subyeknya, termasuk mencocokan dengan indeksnya.

Dokumen yang disimpan dapat menjadi alat bukti yang sah dan otentik, sebagai bukti sejarah maupun alat pembuktian di persidangan.

“Pengarsipan di lembaga Bawaslu dan jajarannya diakukan sesuai dengan Perbawaslu 16/2015,” tambah Setyo.

Baca Juga :  Seru, 28 Tim Meriahkan Sidomulyo Cup
Peserta Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip Pilkada yang diselenggarakan Panwas Kota Semarang,  Sabtu (03/03/2018). (b maharani/koranbernas.id)

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwas Kota Semarang,  Naya Amin Zaini, dalam kesempatan yang sama menyatakan, sesuai divisi ada tiga arsip di lingkungan pengawasan, yaitu di sumber daya manunia,  pencegahan dan pengawasan serta penindakan.

Arsip penting sebab ada gunanya untuk masa yang akan datang, masa kini dan masa lampau.

“Otomatis dari arsip tersedia informasi yang dapat digunakan sebagai referensi perencanaan, untuk pelaksanaan kegiatan dan sebagai rekaman kegiatan dari suatu aktivitas,” jelasnya. (sol)