Arus Mudik Mulai Terasa

Sejumlah Armada Lakukan Pelanggaran dan Tak Layak Operasi

177
Petugas Dinas Kesehatan dan Dokkes Polres Klaten memeriksa kesehatan sopir angkutan lebaran di Terminal Bus Ir Soekarno Klaten, Jumat (08/07/2018) siang. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sepekan menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah arus mudik di Terminal Bus Ir Soekarno Klaten mulai terasa. Hal ini ditandai masuknya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus pariwisata yang membawa pemudik dari arah barat.

Kepala Terminal Ir Soekarno Klaten, Marjono, mengatakan meski sudah ada peningkatan namun puncak arus mudik diperkirakan pada H-4.

“Peningkatan arus mudik sudah ada. Bus-bus biasanya sampai sini (terminal) pukul 01:30 atau jam 2 pagi. Itu pun kalau dari Jakarta lancar tidak macet,” kata Marjono.

Sedangkan keberangkatan bus dari terminal menuju arah barat seperti Jakarta dan kota sekitarnya masih normal antara pukul 13:00 hingga 15:00.

Marjono menambahkan pada mudik lebaran tahun ini Kementerian Perhubungan mengadakan mudik gratis. Untuk Kabupaten Klaten disediakan 42 bus dengan pemberangkatan 3 kloter.

Suasana Terminal Bbus Ir Soekarno Klaten jelang puncak arus mudik. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Kloter pertama berangkat dari Jakarta pada 9 Juni dengan 13 bus, kloter 2 tanggal 10 Juni dengan 17 bus dan kloter 3 pada 13 Juni. “Semua bus yang menyediakan Kementerian Perhubungan dan khusus untuk penumpang,” jelasnya.

Untuk kenyamanan dan keselamatan di perjalanan, pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Klaten akan melakukan tes urine kepada semua pengemudi angkutan lebaran.

Marjono juga mengimbau kru angkutan lebaran agar menurunkan penumpang di dalam terminal untuk memudahkan pemantauan dan kenyamanan. Begitu pula pada saat arus mudik juga diimbau untuk berangkat dari terminal.

Pengamatan di lapangan, peningkatan arus mudik mulai terasa ditandai dengan masuknya bus pariwisata yang membawa pemudik rombongan maupun reguler.

Selain itu sudah mulai terlihat masuknya mobil pribadi bernomor polisi Jakarta dan Bandung.

Pelanggaran

Sejumlah armada angkutan lebaran yang beroperasi di Klaten ditemukan melakukan pelanggaran. Petugas yang melakukan pemeriksaan pun memberikan tindakan meminta sopir untuk melengkapinya.

Pemeriksaan armada angkutan lebaran dilakukan di Terminal Ir Soekarno. Kepala Dinas Perhubungan Klaten Slamet Widodo memimpin langsung kegiatan itu pada Jumat (08/06/2018) siang hingga sore hari.

Ditemui di sela-sela pemeriksaan, Slamet Widodo mengatakan bagi angkutan yang melakukan pelanggaran diminta segera melengkapi sampai bus tersebut benar-benar layak beroperasi. “Sebab ini menyangkut keselamatan penumpang,” katanya.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Joko Suwanto menjelaskan pelanggaran yang ditemukan di antaranya tidak ada izin trayek, kartu pengawasan, kondisi ban, rem, lampu dan lain sebagainya.

“Baru tiga armada yang diperiksa semuanya melakukan pelanggaran administrasi. Kalau sudah lengkap akan ditempeli stiker oleh pihak terminal,” jelas Joko.

Selain memeriksa kelaikan jalan armada, petugas juga melakukan pemeriksaan tehadap kondisi kesehatan sopir di komplek Terminal Bus Ir Soekarno.

Pemeriksaan kesehatan.meliputi tensi, mata, amphetamin, gula darah dan alkohol. “Kalau ada temuan akan direkomendasikan untuk tidak mengemudi. Kami hanya mengeluarkan rekomendasi dan kebijakan di Perhubungan,” kata Inayati, Kasi Pencegahan Penyakit Tak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Klaten.

Salah seorang pengemudi angkutan lebaran, Syafii Abdullah, menyambut positif kegiatan itu karena tujuannya untuk kenyamanan dan keselamatan di jalan. “Ini bagus sekali karena semua diperiksa,” kata sopir PO Putera Remaja tujuan Jambi itu.

Pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan lebaran melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Kesehatan Kepolisian (Dokpol) Polres Klaten. (sol)