Aset FT Beralih ke Kanomas Sesuai Prosedur

85

KORANBERNAS.ID – Menyusul maraknya pemberitaan di masyarakat PT Kanomas Arci Wisata (Kanomas Tour & Travel) menguasai aset sitaan milik First Travel (FT) dengan status pinjam pakai barang bukti tindak pidana penipuan dan pencucian uang ke Kejaksaan Negeri Depok, pihak Kanomas menyatakan hal itu tidak benar.

Kuasa Hukum Kanomas dari kantor HFALawyers, Husni Farid Abdat SH MH dan Rizky Pramana Dwijaya SH, menegaskan aset-aset yang dikuasai dan dimiliki Kanomas bukanlah aset milik First Travel.

“Aset-aset tersebut telah beralih ke klien kami jauh sebelum Andika Surachaman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus First Travel. Semua dokumen peralihan dan kepemilikan aset-aset tersebut telah ditunjukkan oleh klien kami dalam proses persidangan,” ujar Husni Farid melalui siaran pers, Senin (06/08/2018).

Menurut dia, pada saat pemeriksaan saksi, kliennya telah dipanggil dan memberikan kesaksian terkait peralihan dan kepemilikan aset-aset tersebut.

Seperti diketahui, bos First Travel Andika Surachman dijatuhi vonis 20 tahun penjara. Sedangkan istrinya Anniesa Hasibuan divonis 18 tahun penjara dan Kiki Hasibuan divonis 15 tahun oleh Pengadilan Negeri Depok. Ketiganya dinilai terbukti melakukan penipuan perjalanan umrah dan melakukan pencucian uang dari uang setoran jamaah umrah.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok memutuskan aset dari First Travel terkait dengan perkara tersebut dirampas untuk negara. Majelis Hakim menolak tuntutan jaksa agar aset tersebut dikembalikan kepada korban.

Majelis Hakim menilai akan terjadi ketidakpastian hukum bila aset-aset yang diminta jaksa dalam tuntutan dikembalikan kepada calon jamaah yang menjadi korban.

Selanjutnya disampaikan, peralihan sebagian aset FT kepada Kanomas adalah sebagai pembayaran atas sebagian utang FT kepada Kanomas. ”Beberapa aset itu digunakan FT sebagai pembayaran sebagian utang kepada Klien kami,” kata dia.

Baca Juga :  Santri Diajak Ikut Perangi Penyakit TBC

Total utang FT kurang lebih Rp 85 miliar. Sedangkan taksiran aset sebesar Rp 30 miliar. “Sampai hari ini, FT masih memiliki sisa utang yang sangat banyak kepada Klien kami.”, tegas Husni Farid Abdat.

Dalam penyelanggaraan perjalanan ibadah umrah, FT melakukan pengambilan tiket melalui Kanomas selaku provider tiket untuk beberapa maskapai penerbangan seperti Saudi Airlines dan Etihad.

Hubungan antara FT dan Kanomas merupakan hubungan mitra bisnis, FT selaku penyelanggara perjalanan ibadah umrah, dan Kanomas selaku provider tiket yang merupakan vendor penyedia tiket bagi jamaah umrah FT.

Husni Farid Abdat menambahkan sejak pertengahan 2016 hubungan kerja sama FT dan Kanomas awalnya berjalan cukup baik, banyak jamaah umrah FT yang diberangkatkan melalui tiket yang dibeli FT dari Kanomas, pembayaran tiket juga berjalan baik, setelah diterbitkan invoice oleh Kanomas dibayar lunas oleh FT.

Sekitar bulan November 2016, FT mulai mengalami kesulitan pembayaran dimulai dengan adanya tagihan yang tidak dibayarkan lunas dan menjadi utang.

Kanomas sudah menagih dengan beberapa cara, antara lain melalui skema pembayaran secara bertahap atau mencicil yang dilakukan FT, sampai kemudian pada April 2017 FT menyerahkan aset-aset milik Bos FT Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan berupa Rumah di Sentul, Kantor di Depok dan Rumah di RTM Depok serta beberapa mobil seperti Hummer, Vellfire, VW Caravelle, Fortuner dan Pajero sebagai pembayaran sebagian utang FT.

Baca Juga :  Gunung Agung Berstatus “Awas”

“Semua peralihan aset itu telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan juga sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata dia.

Peralihan sebagaimana dimaksud diatas juga pula telah diketahui serta dilaksanakan sendiri oleh Bos FT. “Hal ini diperkuat dengan tidak adanya bantahan dan sanggahan oleh Bos FT pada saat Klien kami memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Depok,” sambung Rizky Pramana Dwijaya.

Mengenai pemberitaan tentang pinjam pakai yang dilakukan oleh Kanomas, Husni Farid Abdat menambahkan pinjam pakai yang diberikan kepada kliennya sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku. “Klien kami merupakan pihak yang berhak dan berwenang atas aset-aset tersebut,” ungkapnya.

Pengembalian aset kepada Kanomas telah sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Pasal 46 ayat (1) KUHAP yang pada intinya dinyatgakan, “benda yang dikenakan penyitaan dikembalikan kepada orang atau kepada mereka dari siapa benda itu disita atau kepada orang atau kepada mereka yang paling berhak…”.

“Aset yang disita dari Kanomas, berdasarkan hukum sudah sewajarnya dikembalikan kepada Kanomas,” kata Husni Farid Abdat.

Masyarakat, sambung Rizky Pramana Dwijaya, harus  mengetahui aset yang disita dari FT itu banyak sekali. Banyak opini yang menyatakan seolah-olah aset yang beralih ke Kanomas merupakan keseluruhan dari aset FT yang disita

“Itu adalah opini yang perlu diluruskan, aset yang telah beralih menjadi milik Kanomas sebagaimana sudah kami jelaskan hanyalah sebagian dari total aset FT yang saat ini berdasarkan putusan Hakim dirampas oleh negara,” tandasnya. (sol)