Asian Games Ubah Perilaku Berlalu Lintas

91
Kepala Diskominfo Sumsel Dr Inanda Karina Astari Fatma SSi MSi didampingi Kepala Diskominfo DIY Ir Rony Primanto Hari MT, di gedung Bina Praja kantor Gubernur Sumsel, Selasa (08/05/2018). (heru cn/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Kemacetan arus lalu lintas menjadi pemandangan sehari-hari kota Palembang, akhir-akhir ini. Pembangunan infrastruktur, khususnya prasarana transportasi untuk menyongsong perhelatan Asian Games, menjadi penyebab utamanya. Anehnya, kemacetan lalu lintas itu justru “disyukuri”.

“Kemacetan sehari-hari ini justru mengubah perilaku berlalu lintas warga Palembang. Dulu, pemakai jalan tak segan-segan mencabut senjata tajam jika merasa kepentingannya di jalan terganggu. Sekarang, hal tersebut justru tidak ada lagi. Mungkin karena sadar kemacetan itu dialami oleh semua pengguna jalan,” kata Dr Inanda Karina Astari Fatma SSi MSi, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, saat menerima rombongan wartawan unit Kepatihan DIY di gedung Bina Praja kantor Gubernur Sumsel, Selasa (08/05/2018).

Baca Juga :  Sebarkan Kebaikan Lewat Secangkir Kopi

Menurut Inanda, pertikaian antar-pengguna jalan menempati posisi cukup tinggi di Palembang. “Tapi itu dulu. Ini bisa dibuktikan dengan data di kepolisian. Namun, sekarang justru hal tersebut sangat jarang terjadi,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan belakangan ini memang gencar membangun sarana olahraga untuk menyambut pelaksanaan Asian Games, Agustus 2018.

Selain sejumlah venue di kompleks Jakabaring, Pemprov Sumsel juga sedang membenahi jalan, membangun jembatan serta jalur LRT (Light Rail Transit). Akibat aktivitas pembangunan tersebut, arus lalu lintas menjadi sangat terganggu.

Salah satu aktivitas yang cukup mengganggu kelancaran lalu lintas adalah pembangunan jalur LRT sepanjang 49 km, mulai dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga kompleks olahraga Jakabaring. Tiang-tiang penyangga LRT ini dibangun di tengah pemisah jalan utama di kota Palembang.

Baca Juga :  Dari Kumpulkan Uang Receh Beli 16 Mobil Ambulans

Nantinya, jalur LRT ini akan dimanfaatkan untuk mengangkut delegasi peserta Asian Games, sejak dari bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke wisma atlet di kompleks Jakabaring.

Dengan demikian, para atlet peserta Asian Games dari berbagai negara tidak akan terjebak kemacetan arus lalu lintas karena tidak menggunakan jalur jalan raya.

Inanda berharap jalur LRT ini sudah mulai bisa dioperasikan pada akhir Juni 2018. Pembangunan jalur LRT ini menelan anggaran sebesar Rp 77 triliun, semuanya berasal dari dana pemerintah pusat. (sol)