Asmara Dua Sejoli Ini Berujung Tragedi Memilukan

1075
Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Susanto SIK didampingiKasatreskrim AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK menggelar jumpa pers di Mapolres Bantul,Selasa (30/1/2018) dengan menghadirkan tersangka percobaan pembunuhan dengan cara korban dijeburkan ke Kali Opak, Jembatan Kretek sehari sebelumnya. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kurang dari 24 jam aparat kepolisian dari Polres Bantul berhasil
mengungkap kasus dijeburkannya mahasiswi Septiana (20 tahun) dari atas jembatan Kretek, Jalan Parangtritis, Senin (29/01/2018) dini hari.

Pelaku ternyata merupakan pacar korban berinisial AS (20 tahun) dan merupakan tetangga korban asal Bayat, Klaten yang dibantu rekanya YR (20 tahun). Ketiganya saling mengenal karena pernah satu SMK saat bersekolah di Klaten.

Kompol Mariska Fendi Susanto SIK Wakapolres Bantul, didampingi Kasatreskrim AKP Anggaito dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Selasa (30/01/2018) siang mengatakan jika kedua tersangka ditangkap di Mapolsek Ajibarang, Senin (29/01/2018) malam saat berusaha melarikan diri ke Jakarta.

“Usai melakukan aksinya kedua pelaku sempat pulang ke Klaten. Dan ketika kami datangi ke rumahnya mereka sudah pergi. Keluarga kaget dan memberitahukan kalau keduanya bilang akan ke Jakarta. Setelah tahu kasus yang terjadi, pihak keluarga menghubungi AS dan YR melalui
ponselnya dan nyambung,” kata Wakapolres.

Baca Juga :  Khitanan Massal, Ingat Pohon Jambu

“Selanjutnya pihak keluarga meminta keduanya menyerahkan diri. Saran itu dituruti, dan keduanya turun dari bus untuk kemudian menyerahkan diri di Polsek Ajibarang, Banyumas. Kami yang dikabari segera mengirim petugas untuk melakukan penjemputan,” lanjut Kompol Mariska.
Sementara Anggaito mengatakan motif dari pelaku adalah asmara.

Sebenarnya korban Septiana dengan AR menjalin asmara sebagai sepasang kekasih. Namun hubungan tersebut kebablasan dan berujung hamilnya gadis yang kini menempuh studi semester V di UNS Surakarta tersebut.

“Korban dalam kondisi hamil 7 bulan dan sebelum kejadian korban meminta pertanggung jawaban pelaku,” katanya.

Akhirnya korban bersedia pergi ke Jogja bersama kedua pelaku mengendari dua sepeda motor pada Minggu (28/01/2018) malam dan sempat berjalan-jalan di Malioboro. Menjelang tengah malam mereka berniat ke Parangtritis. Dan Senin (29/01/2018) dini hari sampai diatas jembatan Kretek, mereka berhenti dan terjadilah cek-cok mulut. Saat Septiana meminta tanggung jawab AR, justru diminta untuk menggugurkan kandunganya.

Baca Juga :  Tepat 2 Tahun 2 Hari Menjabat, Bupati Kebumen Yahya Fuad Ditahan KPK

Karena tidak mau, akhirnya terbersitlah dalam diri pelaku upaya menghabisi Septiana dengan menceburkan korban ke Sungai Opak dari atas jembatan Kretek. Untuk menghilangkan jejak, pelaku sempat membuang motor Supra Nopol AD 3389 ES yang dikendarai Septiana ke sungai kecil tidak jauh dari Jembatan Kretek. Dompet, HP dan power bank milik korban juga dibawa kedua tersangka.

Kepada keduanya petugas menjerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, junto pasal 365 KUHP.

“Nanti kami akan dalami apakah ada percobaan pembunuhan yang direncanakan atau tidak,” katanya. (yve)