Asmindo DIY Bangkit Lagi

Garap Pasar Lokal yang Potensinya Lebih Menguntungkan

319
Anggoro Ratmadiputra dari DPP Asmindo menjawab pertanyaan pers di sela-sela Pengukuhan Pengurus Asmindo Komda DIY, Sabtu (09/06/2018), di Omah Dhuwur Resto. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Beberapa saat sempat vakum, sekitar 1,5 tahun lamanya, Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Komda DIY kini ada tanda-tanda besar akan bangkit lagi. Organisasi tersebut akan fokus menggarap pasar lokal yang ternyata potensinya lebih menguntungkan.

Langkah tersebut diawali menyusul dikukuhkannya Susunan Pengurus Caretaker Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo) Komda DIY, Sabtu (09/06/2018), di Omah Dhuwur Resto Kotagede Yogyakarta.

Menariknya, pada acara pengukuhan kali ini tampak hadir salah seorang pioner industri permebelan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia adalah Drs HA Hafidh Asrom MM yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DIY.

“Ini rumah pertama saya,”ungkap Hafidh Asrom menjawab pertanyaan wartawan saat menghadiri acara tersebut.

Pada acara pengukuhan yang diawali buka puasa bersama itu, Ketua Asmindo Komda DIY Irsyam Sigit Wibowo didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Yogi Anindya Putra serta Hendro Wardoyo menyampaikan, pasar lokal industri permebelan kini terbuka lebar.

Sebelumnya, para anggota Asmindo memang fokus pasar ekspor dengan negara tujuan ekspor terbesarnya, Amerika Serikat (AS) disusul kemudian China.

Seiring ambruknya perekonomian AS pada 2008 yang berlangsung hingga saat ini ditambah lagi negara itu terlibat perang dagang dan kalah bersaing dengan China, berdampak pada surutnya pasar mebel Indonesia.

Baca Juga :  Warga Gelar Demo Tuntut Kades Lengser

Faktor kenaikan nilai tukar Dolar AS sekarang ini, mulai ada tanda-tanda ekspor ke AS bergairah lagi, namun faktanya bagi Asmindo DIY sudah tidak ada lagi transaksi.

“Dolar tinggi bagus bagi eksporter. Persoalannya, ordernya tidak ada. Perdagangan ke Amerika mulai bagus. Mudah-mudahan disusul Eropa,” kata Hendro Wardoyo menambahkan.

Hendro Wardoyo. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Dari data yang ada, sektor furniture Indonesia mengalami penurunan akibat krisis pertama melanda Amerika Serikat tahun 2018. Faktanya, krisis di negara itu belum pulih sampai hari ini.

Sebagai gambaran, puncak ekspor mebel Indonesia pernah mencapai angka 2,5 miliar Dolar AS kemudian mengalami penurunan 1,8 miliar Dolar AS dan pada 2017 berada di angka 1,6 miliar Dolar AS.

Karena Amerika Serikat sudah tidak bisa diandalkan lagi, akhirnya Asmindo di tingkat daerah maupun pusat mengembangkan pasar baru ke negara lain yang potensial seperti Afrika Selatan serta negara-negara eks Uni Soviet.

Hendro mengatakan, sambil menunggu bergairahnya pasar ekspor, inilah saatnya Asmindo DIY fokus pasar dalam negeri. Hal ini mengingat penduduk Indonesia lebih dari 250 juta jiwa.

Baca Juga :  Tabrakan Karambol, Balita Ini Tewas
Ketua Asmindo Komda DIY Irsyam Sigit Wibowo. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Hanya saja, semua itu butuh proses. Dampak dari kemajuan teknologi informasi mempengaruhi tidak sedikit anggota Asmindo Komda DIY kemudian melakukan terobosan aktif di e-commerce.

Sebagian dari mereka memilih penyedia layanan e-commerce yang sudah ada seperti Tokopedia, Lazada, Ali Baba dan lainnya, dengan pertimbangan apabila membuat sendiri maintenance-nya besar. “Daripada membuat sendiri lebih efektif menggunakan yang sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggoro Ratmadiputra dari DPP Asmindo yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan industri mebel dan kerajinan secara umum kurang baik untuk pasar ekspor.

Dia setuju Asmindo menggarap pasar domestik, mengingat negara-negara pesaing mengeluarkan produk yang lebih bervariasi dan diminati di pasaran.

Namun demikian anggota Asmindo jangan berkecil hati. Ini karena, lanjut Anggoro, Asmindo pusat sudah bertemu Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dan berjanji akan duduk satu meja mengurai permasalahan yang ada.

Dia mengakui, Asmindo yang sudah berusia 30 tahun ibarat sedang sakit dan tidak mampu mengobati diri sendiri. Agar sehat maka perlu diobati oleh orang lain.

Anggoro optimistis karena dalam catatan sejarah permebelan, Asmindo sudah melahirkan orang nomor satu di Republik Indonesia. (sol)