Ajak ASN Perangi Penyalahgunaan Narkoba

275
Peserta  sosialisasi P4GN menjalani tes urine, Senin (13/11/2017), di sela-sela sosialisasi P4GN. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak saja terjadi di wilayah perkotaan saja tetapi juga merambah perdesaan di daerah manapun. Sasarannya juga tidak pandang bulu lagi meliputi seluruh usia dan profesi.

Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman merasa perlu untuk terus mengadakan sosialisasi program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kali ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) diajak memerangi peredaran gelap narkoba yang dirasakan makin menjadi ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat.

“Penanggulangan penyalahgunaan narkoba adalah kewajiban kita semua,” kata Dra Hj Sri Muslimatun MKes, Wakil Bupati Sleman di sela-sela membuka sosialisasi P4GN di BKPP Sleman, Senin (13/11/2017).

Dia mengimbau seluruh aparatur Sleman untuk bersama-sama mencegah penyebaran narkoba. Setiap perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang hadir, bertanggung jawab mengefektifkan pengawasan di internal organisasi. Apabila ditemukan kejanggalan pada rekan kerja, segera diantisipasi sejak dini.

Tidak hanya itu, Sri Muslimatun juga mengimbau seluruh jajaran OPD turut menanamkan pehamanan dan pengetahuan mengenai bahaya narkoba. Penyadaran merupakan bentuk upaya preventif sekaligus menumbuhkan kewaspadaan kolektif agar masyarakat dan anak-anak tidak terjebak penyalahagunaan narkoba.

“Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan peredaran gelap narkotika dan obat terlarang sudah pada level membahayakan, sehingga perlu penanganan serius. Peredaran gelap narkoba merupakan alat perang modern yang bertujuan menghancurkan ketahanan dan masa depan bangsa,” kata Sri Muslimatun.

Menurut dia, ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN di daerah sudah sangat serius dan harus ditanggulangi. Sebagai unsur utama dan motor penggerak pelayanan publik, apabila seorang ASN sampai terkena kasus narkoba tentu dampaknya sangat negatif, baik bagi dirinya maupun lingkungan OPD. Oleh karena itu upaya pencegahan harus jadi prioritas.

Dari data BNN Kabupaten Sleman, penyalahgunaan narkoba di wilayah DIY pada 2016 terdapat temuan sejumlah 309 kasus, sedangkan di wilayah Sleman sampai Agustus lalu relatif tinggi yaitu sebanyak 65 kasus, dengan rincian jumlah kasus yang diungkap sebanyak 17 kasus.

Dari temuan tersebut terdapat 11 oknum dari instansi pemerintah yang saat ini menjalani rehabilitasi. “Dari hasil temuan BNN Kabupaten Sleman yang menjadi keprihatinan kita semua adalah kasus penyalahgunaan narkoba dilakukan oleh penduduk usia 17 sampai dengan 40 tahun,” ungkapnya.

Dia menekankan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba diprioritaskan. Aktivitas pemberantasan penyalahgunaan narkoba diarahkan lebih pada tindakan preventif daripada kuratif.

Kepala BKPP Kabupaten Sleman, Suyono SH MHum, melaporkan sosialisaasi P4GNdiikuti 320 PNS terdiri pejabat struktural Eselon II, Eselon II dan Eselon IV di lingkungan Pemkab Sleman. Adapun tujuannya mewujudkan ASN yang bebas daan bersih dari penyalahgunaan narkoba daan zat psikotropik lainnya. (sol)