Astaga, Pelajar SMP Buat Rekaman Video Asusila

1454

KORANBERNAS.ID – Untuk kesekian kalinya video asusila yang melibatkan siswa sekolah beredar di Gunungkidul. Kali ini, video asusila tersebut dilakukan oleh rombongan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sembilan orang siswa sekolah yang sama. Mereka merekam aktivitas di ruang kelas setelah pelajaran.

Salah seorang warga Playen, Yuwono, mengaku mendapatkan video asusila beberapa hari lalu dari group whatsapp. Dalam durasi 38 detik itu, terlihat video diambil oleh salah seorang gadis dari dua orang yang ada di dalam video itu.

Sementara sembilan orang siswa berkeliling di belakangnya. Terdengar suara sawer... Diawali oleh seorang gadis perekam video yang mengambil bungkus rokok dan memasukkan ke dalam baju sambil berbicara sawer.

Seketika beberapa siswa langsung memasukkan uang kertas sambil memegang bagian dada siswi tersebut. Setelah itu, siswi yang dipegang mengeluarkan uang.

Baca Juga :  Hari Pertama, Belum Ada Parpol Daftar ke KPU

Dia mengetahui seragam tersebut berasal salah satu SMP Negeri di Kecamatan Playen Gunungkidul. “Informasinya dari SMP Negeri di Kecamatan Playen, dan video ini sudah beredar luas,” ucapnya, Senin (19/02/2018).

Warga lainnya menambahkan, sebagai orangtua dirinya cukup prihatin dengan beredarnya video ini. Beredarnya video tersebut mencoreng pendidikan di Gunungkidul.

“Seharusnya pelaku bisa mendapatkan pembinaan dari sekolah, termasuk orang tuanya. Jangan sampai hanya dibiarkan,” tuturnya.

Terpisah, pihak sekolah mengaku terkejut ketika mengetahui siswa-siswinya memperagakan adegan asusila terhadap salah seorang siswi, yang sebelumnya memberikan sejumlah uang yang dimasukan ke dalam pakaian dalamnya

Pihak sekolah mengaku sudah memanggil para pelajar yang terlibat dalam video itu dan orangtuanya. Tindakan ini dilakukan untuk melakukan pembinaan agar ke depan kasus ini tidak terulang lagi.

Baca Juga :  Warga Penolak Bandara Segera Pindah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul,  Bahron Rosyid, mengaku belum menerima informasi terkait adanya video tersebut.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan melakukan penelusuran. “Jika memang itu anak didik kami, pasti akan dilakukan pembinaan. Tetapi saya baru mencari informasi kebenaran video tersebut,” kata dia. (sol)