Atlet Paralympic Masih Kesulitan Pelatih

270
Atlet penyandang disabilitas mengikuti lomba Paralympic Games daerah, Sabtu (14/10/2017) di FIK UNY.(dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Paralympic games untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di gelar di stadion Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sabtu (14/10/2017).

Bambang Dewanjaya dari PASI DIY selaku penyelenggara kegiatan mengemukakan, kegiatan ini diikuti oleh 67 atlet paralympic yang berasal dari seluruh DIY.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mencari dan menyeleksi atlet terbaik bagi DIY yang nantinya akan dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan nasional (kejurnas ) paralympic akhir tahun ini di Solo,” ujar Bambang yang juga atlet olahraga lari ini.

Dia juga menambahkan bahwa kejuaraan ini mengakomodir para atlet dari semua kategori disabilitas seperti tuna rungu tuna netra tuna grahita dan lainnya. Nomor yang dilombakan juga standar seperti yang dilakukan pada umumnya.

Dalam kesempatan yang sama Tupar yang merupakan pelatih dari Gunungkidul mengatakan, Gunungkidul memiliki potensi yang cukup besar dalam sumberdaya atlet disabilitas.

“Tapi saat ini kami masih sulit mencari pelatih yang bisa secara khusus menangani para atlet Paralympic. Sebab atlet-atlet ini harus ditangani secara khusus juga karena mereka memiliki kebutuhan khusus,”ujarnya.

Tupar juga menambahkan bahwa perlu perhatian semua pihak untuk meningkatkan kualitas para atlet, khususnya atlet  penyandang disabilitas sehingga akan terbentuk formula yang tepat bagi pengembangan para atlet.

“Saat ini pemerintah daerah sudah mulai bergerak untuk meningkatkan kualitas para atlet tetapi memang diperlukan pelatih yang mampu memberikan arahan serta teknik yang baik. Sehingga bisa memaksimalkan potensi yang ada,” tambahnya.(SM)