Australia Danai Pengembangan Bambu

337
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengunjungi stan kerajinan bambu di Dusun Ngepring Purwobinangun Pakem, menandai peresmian Bambooland, Kamis (10/08/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Melalui program hibah  yang berlangsung enam bulan dan dimulai sejak April silam, Pemerintah Australia mendanai program pengembangan tanaman bambu. Dipilihlah Dusun Ngepring Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem Sleman sebagai Bamboo Land,  yang diresmikan oleh  Bupati Sleman bersama Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda DIY, Perwakilan Sekretariat Negara, Perwakilan Dubes Australia, Rektor UINSA Surabaya serta Rektor UII, Kamis (10/08/2017).

Ketua Program Bamboo Land, Faruq Haqi,  menyampaikan, Bamboo Land merupakan sebuah spirit dan platform pemuliaan tanaman bambu Indonesia dan semesta produk turunannya melalui penguatan dan pendampingan masyarakat.

Bamboo Land di Purwobinangun  ini menjadi wahana untuk mengembangkan potensi bambu yang ada di dusun Ngepring. Program ini merupakan satu dari 25 proposal yang didanani oleh Pemerintah Australia, menyisihkan 267 proposal yang masuk.

Ketertarikan Australia terhadap pengembangan Bamboo Land di Sleman karena wilayah Sleman memiliki kurang lebih 11 jenis bambu. Antusias warga setempat untuk mendapatkan pelatihan pun cukup tinggi. Dari target awal 30 peserta, tercatat 70 warga yang mendaftar.

“Program ini mencakup pembibitan, penanaman, dan produksi berupa kerajinan kerai, besek, furniture dan interior,” tambah Faruq.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyampaikan apresiasinya karena Sleman dipilih menjadi pusat pengembangan bambu.  Ini sejalan dengan langkah Pemkab Sleman menjadikan bambu sebagai komoditas unggulan, di antaranya menetapkan bambu sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di Kabupaten Sleman melalui SK Bupati Sleman No.306/Kep.KDH/A/2013.

“Potensi bambu di Kabupaten Sleman terbuka lebar. Dilihat dari segi ekonomis, bambu merupakan tanaman yang mudah ditanam, murah dan mudah didapat serta dapat diolah menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomis tinggi,” kata Sri Purnomo.

Dari sisi ekologi, bambu juga berperan penting untuk konservasi air dan lahan di koridor sempadan sungai sebagai kawasan perlindungan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga mengunjungi stan kerajinan bambo, mengamati tanaman-tanaman bambu yang dibudidayakan di Dusun Ngepring serta melantik pengurus Bamboo Land. (bid jalasutra)