Awak Angkutan Umum Keluhkan Kelangkaan Premium

114
ilustrasi

KORANBERNAS.ID–Awak angkutan umum lokal di Kabupaten Kebumen mengeluhkan kelangkaan premium. Jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kebumen yang menyediakan premium berkurang. Malahan ada SPBU yang mendapatkan kiriman premium  hanya 3 kali per bulan.

Keluhan itu disampaikan awak angkutan pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III DPC Organisasi  Angkutan Darat (Organda) Kebumen dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Trans Kebumen,  Minggu (08/04/2018).

Keluhan itu disampaikan, karena kelangkaan premium, hampir merata terjadi di Kabupaten Kebumen.

Sugeng, awak angkutan jurusan Karanganyar-Karanggayam, mengungkapkan, awak angkutan di Karanganyar dan sekitarnya, masih bisa mendapatkan premium di SPBU di komplek Hotel Candisari, Karanganyar.

Mengutip keterangan petugas SPBU ini, Sugeng mengungkapkan, dalam sebulan, SPBU ini hanya mendapat kiriman premium 3 kali atau setara 24.000 liter.

Baca Juga :  Pendaftar di Polres Kebumen 190 Orang

Kiriman yang terbatas ini, membuat SPBU yang melayani konsumen dari beberapa kecamatan ini kewalahan. Akibatnya, awak angkutan sering menggunakan BBM non subsidi yakni pertalite, karena premium sering kosong di SPBU. Penggunnaan pertalite dengan harga lebih tinggi  Rp 1.250 per liter, menurut Sugeng makin menyulitkan  awak angkutan mendapatkan keuntungan.

Menurut Sugeng, ketentuan tarif angkutan umum,    salah satunya ditentukan harga BBM bersubsidi. Jika awak angkutan tidak bisa mendapatkan BBM subsidi, kehidupan awak angkutan semakin sulit.

“Kami minta Organda meneruskan keluhan kami ke pemerintah,“ kata Sugeng.

Hal yang sama diungkapkan Siswoyo, pengurus paguyuban awak angkutan di Kota Kebumen dan  sekitarnya. Pemerintah, katanya, perlu memperhatikan kesulitan awak angkutan untuk mendapatkan kemudahan memperoleh premium.

Baca Juga :  Begini Kisah Eks Psikotik yang Ternak Burung di  Rumah Singgah

Ketua DPC Organda Kebumen Ngadino berjanji  meneruskan keluhan awak angkutan ke pengurus DPD Organda Jateng. Persoalan kelangkaan premium, bukan persoalan awak angkutan umum di Kebumen saja, tetapi persoalan nasional. Sehingga harus menjadi perhatian  pemerintah.

“Apakah ini cara untuk menghilangkan premium sedikit demi sedikit?,“ tanya Ngadino menduga.

Sekretaris DPD  Organda Jateng Agus Subono, Kepada koranbernas.id, mengungkapkan, keluhan awak angkutan semacam ini juga terjadi di sebagian besar daerah di Jateng. Di Kota Semarang misalnya, sekarang hanya tinggal 3 SPBU yang menyediakan premium.

Bukan hal yang mengherankan, jika awak angkutan memburu premium.

“Konsumen premium seperti awak angkutan sering membuntuti tanki minyak yang akan mengirimkan  premium ke SPBU,“ kata Agus Subono, purnawirawan  Polri dengan pangkat terakhir AKBP ini. (SM)