Awas Ada Papan Antisusila di Winulang

156
ist.

KORANBERNAS.ID — Dalam rangka pelaksanakan Perda ketertiban umum, Sat Pol PP menempuh beberapa cara. Selain operasi yustisi dan patroli, saat ini institusi penegakan kewibawaan Perda Pemkab Kulonprogo melakukan penegakan Perda dengan cara sosialisasi pemasangan papan pengumuman.

Sat Pol PP Kulonprogo melakukan pemasangan papan pengumuman dilokasi dekat kantornya. Yaitu di Taman RTH Wana Winulang samping belakang DPRD Kulonprogo, Kamis (02/11/2017). Papan pengumuman tersebut berisi larangan bagi pengunjung untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar susila di taman tersebut.

Menurut Kasat Pol PP Kulonprogo Duana Heru, pemasangan plakat pengumuman tersebut dikarenakan berdasar laporan, ada beberapa oknum pelajar atau pengunjung taman yang melakukan perbuatan pelanggar kesopanan kesusilaan ditempat tersebut.

Baca Juga :  Setya Novanto Sebut Sultan HB X Sosok Bersahaja

Pemilihan lokasi itu karena taman dekat dengan Kantor Sat Pol PP serta dekat dengan kantor lainnya. Namun demikian ada kalanya masih juga terjadi hal hal yang kurang baik bagi generasi muda tersebut. Papan pengumuman dipasang sebagai langkah preventip agar mereka tidak mengulangi perbuatan asusila di taman ini.

“Taman ini kan ruang publik, andaipun ada yang toleran dengan cara pacaran berlebihan, namun perbuatan itu membuat risih pengunjung lainnya. Dan yang jelas itu melanggar Perda” tegasnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat juga akan dipasang papan pengumuman sejnis di obyek wisata Pantai Glagah. Sebab di Pantai Glagah berdiri belasan bangunan liar. Ini melanggar undang undang sehingga memang harus dilarang.

Baca Juga :  Harga Telur Merangkak Naik

“Sekarang sedang dibahas, apakah cukup larangan berbuat asusila, atau bahkan perlu lebih dari itu” ujar Duana.

Nur Yulianta, PNS di DPRD Kulonprogo mengaku mendukung larangan pacaran dengan melanggar norma susila di Taman Wana Winulang.

“Perbuatan itu jelas tidak baik. Ini dekat Kantor Perpustakaan dekat kampus dan kantor kantor lainnya. Saya kira ditaman diadakan kegiatan yang menarik masyarakat. Agar semakin banyak pengunjung. Kalau banyak pengunjung dan masih berani berbuat asusila ya tangkap saja” ujar Yuli.(yve)