Awas, Narkoba di Lingkungan Pelajar

320
Bupati Bantul H Suharsono menjadi pembina upacara di SD Negeri 1 Sewon, Jalan Parangtritis, Senin (25/09/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bupati Bantul, H Suharsono bertindak sebagai pembina upacara di SD Negeri 1 Sewon, Jalan Parangtritis, Senin (25/09/2017). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SDN 1 Sewon, Sumarini, Spd, MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Pora, Drs Didik Warsito, Kepala UPT Sewon Medi Siswantoro, guru, karyawan dan seluruh siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan agar pihak sekolah dan orang tua ikut mewaspadai peredaran narkoba termasuk pil PCC yang kasusnya merebak di Kendari dan banyak korban dari kalangan pelajar.

“Sosialisasi mengenai bahaya narkoba harus dilakukan kepada semua siswa agar mereka paham. Jangan sampai generasi penerus bangsa ini jatuh terjebak dalam lembah narkoba,”kata Bupati dalam amanatnya.

Selain itu pihak sekolah harus mengawasi penggunaan telepon pintar atau gadget di kalangan siswa. Karena dampaknya  siswa  bisa menjadi kecanduan entah games atau konten yang bukan untuk mereka. Efek buruknya  bisa menurunkan prestasi belajar siswa dan tindakan negatif lain.

Baca Juga :  Empat Sopir Bus Hipertensi Berat

Sementara Kepala Sekolah Sumarini Spd, MM mengatakan siswa di sekolah tersebut memang dilarang untuk membawa handphone saat jam pelajaran berlangsung. Kalaupun siswa membawa HP, harus dititipkan ke guru dan baru digunakan saat diperlukan misalnya untuk keperluan googling tambahan bahan pelajaran ataupun minta dijemput keluarganya.

“Kita juga mengawasi saat penggunaan jangan sampai ada siswa yang membuka konten-konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Jadi pengawasan tetap kami lakukan,”katanya.

Sementara terkait peredaran narkoba di kalangan sekolah atau pelajar, pihak sekolah melakukan sosialisasi bekerjasama dengan Polsek Sewon kepada keluarga besar SDN 1 Sewon. Tujuanya agar siswa juga paham bentuk-bentuk narkoba, termasuk yang  menyerupai permen agar bisa dihindari oleh siswa.

Baca Juga :  Bila Bapak-bapak Lomba Masak, Mi Kuah Berubah “Nyemeg”

Pihak sekolah juga meminta semua siswa untuk jajan di kantin sekolah, sehingga apa yang dikonsumsi terkontrol kualitas dan keamanannya.

Selain itu, SDN 1 Sewon sejak beberapa bulan lalu mencanangkan program unggulan sekolah ramah anak. Dengan sekolah ini, siswa akan dibuat nyaman dalam kegiatan belajar menganar.

“Mereka juga merasa dekat dengan kepala sekolah, pengajar dan staf di sini. Jadi kalau ada masalah apapun tidak segan mereka  curhat untuk mencari pemecahannya,”katanya.

Program sekolah ramah anak  ini adalah bagian  terobosan yang dibuat oleh SDN 1 Sewon  setelah ditetapkan sebagai  sekolah model di Bantul .

“Di Bantul ada 8 sekolah dan kita salah satunya,” katanya.

Tentu agar program tersebut sukses tenaga pendidik juga telah mengikuti diklat yang dilaksanakan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) sehingga meraih Standar Penjaminan Mutu Internasional (SPMI). (SM)