Awas, Salah Pilih Camilan Sebabkan Gigi Berlubang

193
Drg Ratu Mirah Afifah, Dr Nina Djustiana dan drg Ugan Gandar memberikan keterangan terkait Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Selasa (12/09/2017) di Semarang. (maharani/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Konsumsi camilan di Indonesia terindikasi mengalami peningkatan sebesar 4% setiap tahunnya. Camilan manis dan lengket seperti cokelat, pastry dan permen menjadi camilan yang paling digemari anak-anak.

“Ini ada bahayanya. Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah mengonsumsi makanan yang manis, derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral atau email pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” jelas drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, dalam press conference pembukaan BKGN 2017 di Semarang, Selasa (12/09/2017).

Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) merupakan agenda tahunan yang digelar Unilever bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Tahun ini BKGN hadir semakin luas di 57 lokasi yang tersebar di beberapa kota dan kabupaten di seluruh Indonesia mulai 12 September–29 November 2017 dengan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian BKGN 2017.

Baca Juga :  Ribuan Orang Hadiri Deklarasi Kebangsaan di Pantai Jatimalang

Rangkaian kegiatan BKGN 2017 secara resmi dibuka di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung (FKG Unissula) Semarang dengan penandatanganan kerja sama antara Unilever, PDGI dan AFDOKGI beserta 22 Dekan FKG yang berpartisipasi.

Pembukaan BKGN 2017 dimeriahkan oleh penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang dan sikat gigi bersama oleh ratusan siswa sekolah dasar yang turut dihadiri dan didukung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Heru Sudjatmoko.

Mirza Roesli selaku Head of Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk menjelaskan mengenai upaya Unilever melalui brand Pepsodent yang konsisten dalam menekan jumlah penderita gigi berlubang di Indonesia.

“BKGN merupakan agenda rutin tahunan kami. Setiap tahun kami mengangkat tema untuk pesan edukatif kesehatan gigi yang berbeda. Tahun ini, BKGN mengusung tema “Merdeka dari Gigi Berlubang” dengan mengajak keluarga Indonesia memeriksakan kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang yang merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekspresi Ceria Anak-anak Kampung Pelangi

drg. Mirah menganjurkan memilih asupan camilan dengan makanan bertekstur seimbang yang berserat, berkadar air tinggi serta berkalsium tinggi seperti produk susu dan turunannya.

“Tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini juga membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah. Gerakan mengunyah merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut dan menetralisasi keasaman di dalamnya. Edukasi mengenai pentingnya memilih asupan camilan yang seimbang ini semoga dapat diterima oleh masyarakat melalui rangkaian acara BKGN 2017,” tambahnya.

Memasuki tahun ke delapan, penyelenggaraan BKGN 2017 semakin istimewa dengan kehadiran mobil keliling gigi dan mobile clinic. “Pada pelaksanaan BKGN tahun ini kami menghadirkan fasilitas perawatan gigi keliling yang spesifik ditujukan ke daerah PDGI cabang. Kami berharap kehadiran mobil keliling gigi ini dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi dalam BKGN 2017,” ungkap drg. Mirah.(Maharani/SM)