Awas, Tiang Jembatan Gantung Nambangan Meleyot

368

KORANBERNAS.ID — Jembatan gantung Nambangan saat ini kondisinya membahayakan keselamatan warga sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sepakat menutup jembatan tersebut.

Pertimbangannya, beberapa bagian jembatan yang melintang di atas Sungai Opak itu  berkarat dan bagian dasar rusak. Belum lagi tiang penyangga meleyot dan bergesar akibat pernah diterjang lahar Gunung Merapi, beberapa tahun silam.

“Memang kondisinya berbahaya sehingga diputuskan untuk ditutup,” kata Mahradi Badrun,  Lurah Desa Seloharjo, Sabtu (19/08/2017) sore.

Dia berharap masyarakat mematuhi larangan tersebut demi keselamatan dan mengambil alternatif jalan lain kendati jaraknya agak lebih jauh.

Sehari sebelummya, Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih saat meninjau jembatan mengatakan perbaikan harus menunggu anggaran dari pusat. Jembatan gantung Nambangan dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Progo di bawah Kementerian PU.

“Kewenangan rehabilitasi ada di pemerintah  pusat. Kami mendorong agar pemerintah segera melakukan perbaikan jembatan ini karena memang kondisinya sudah membahayakan,” kata Wabup.

Baca Juga :  Miras Puluhan Botol Disembunyikan di Dalam Tanah

Jembatan ini sendiri awalnya dibangun untuk inspeksi pengairan. Seiring waktu, pemanfaatannya meluas karena masyarakat menggunakan untuk keperluan transportasi.

Penuturan warga kepada koranbernas.id, memang jembatan tersebut mampu menyingkat rute dari Seloharjo menuju Kecamatan Pundong atau Jalan Parangtritis.  Banyak anak sekolah, pedagang, karyawan maupun masyarakat umum melintasinya setiap hari. Bila harus melewati jembatan Suko, Gunung Puyuh atau jembatan Kretek rutenya lebih jauh, maka banyak yang nekat melintas jembatan gantung Nambangan.

“Pembicaraan mengenai perbaikan sudah dilakukan antara Pemkab Bantul, Bappeda DIY,  Dinas PU DIY dan Dinas Kebudayaan Bantul pada 16 Agustus silam. Karena memang di sebelah barat ada pintu air yang masuk cagar budaya, harus jadi perhatian ketika kelak dilakukan rehabilitasi,” katanya.

Baca Juga :  Jamasan Watu Gilang Gunakan Air dari Tujuh Sumber

Karena jembatan tersebut statusnya adalah aset pusat maka APBD Bantul tidak bisa melakukan intervensi. Hanya saja ketika saatnya ada rehabilitasi, pasti Pemkab Bantul akan memberikan dukungan.

“Saya berharap segera dilakukan perbaikan mengingat total keseluruhan anggaran mencapai puluhan miliar, maka perlu waktu yang lama. Saya minta masyarakat juga jangan melintas ketika sudah ditutup,” kata Halim.

Sebenarnya jembatan itu pernah ditutup beberapa waktu lalu, namun kembali dibuka dan dilewati warga. “Sekarang saya minta jangan dibuka lagi, membahayakan bagi yang melintas,” tandasnya. (sol)

 

Jembatan Gantung Nambangan

    Penghubung Nangsri, Srihardono, Nambangan, Seloharjo (Pundong)

*     Panjang 200 meter, lebar 1 meter.

*     Dibangun awal tahun 2006, pernah rusak saat erupsi Merapi tahun 2010 dan dibangun lagi 2012.

(Dari berbagai sumber)