Ayo Kembali Gunakan Bahasa Jawa

586
GKR Mangkubumi membuka Pentaloka. (arie giyarto/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —   Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, GKR Mangkubumi, mengajak semua pihak khususnya masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta  untuk kembali menggunakan bahasa Jawa  di lingkungan keluarga.

“Bahasa Jawa di dalamnya ada unggahungguh,  yang bernilai penting bagi proses  tumbuh kembang pribadi anak,” tuturnya pada pembukaan Penataran dan Lokakarya (Pentaloka) sekaligus dialog dengan peserta, Sabtu (19/08/2017),  di Hotel LPP Ambarrukmo Yogyakarta.

Ajakan ini disampaikan karena dirinya merasa prihatin terhadap kondisi remaja saat ini. Banyaknya kasus aborsi dan kenakalan remaja harus segera ditanggulangi. Tugas ini juga menjadi beban tanggung jawab Satuan Karya Kencana (Saka Kencana), untuk bisa berperan nyata.

Menurut dia, banyak remaja yang punya masalah malu bertanya dan cenderung lari ke online. Padahal justru mungkin di internet yang bersangkutan memperoleh informasi tidak pas. “Tugas ini harus bisa diambil alih oleh Pramuka sebagai tempat konsulitasi teman sebaya.  Untuk itu perlu pembekalan yang cukup,” kata dia.

Baca Juga :  Bila Bapak-bapak Lomba Masak, Mi Kuah Berubah “Nyemeg”

Selain itu, meningkatnya kasus HIV/AIDS maupun penyalahgunaan narkoba akibat terlalu gaul,  dalam tanda kutip, juga harus dicari solusinya. Di antaranya dengan mengembalikan remaja ke akar budaya.

Menurut GKR Mangkubumi, Jogja punya budaya pranata kehidupan sangat baik tapi  kini banyak ditinggalkan. Misalnya, tradisi tarapan bagi remaja putri saat pertama kali haid, siraman dan midodareni untuk pengantin, sudah banyak ditinggalkan. Padahal banyak nilai-nilai ajaran yang terkandung di dalamnya. “Tradisi boleh disederhanakan, tetapi jangan sampai menghilangkan esensinya,” tuturnya lagi.

Untuk menanggulangi permasalahan remaja ini dia berpendapat, Gerakan Pramuka harus dihidupkan lagi tidak hanya di sekolah-sekolah tetapi juga  di masyarakat melalui gugus depan atau Gudep. Pramuka harus bisa menunjukkan karya nyata ikut membangun bangsa dan negara.

Kepala Kantor Perwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM mengatakan, Pramuka harus memahami soal pernikahan dini berkait kesehatan reproduksi, bahaya seks pranikah, aborsi maupun penyalahgunaan Napza yang mengancam banyak remaja.

Baca Juga :  Pesan Sultan untuk Warga Binaan

“Pemahaman ini untuk diterapkan pada diri sendiri maupun untuk memberikan pendampingan kepada remaja bermasalah. Untuk itu perlu integritas, etos kerja maupun semangat gotong royong,” ungkapnya.

Menyangkut lingkungan hidup berupa penanggulangan sampah, penanaman pohon untuk penghijauan dan lain-lain, Pramuka juga harus peduli.

Pentaloka diikuti 73 peserta dari berbagai tingkatan. Mereka memperoleh berbagai materi untuk bekal pendampingan di lapangan. Acara itu berlangsung dua hari hingga Minggu (20/08/2017).

Diharapkan ke depan Saka Kencana yang sudah dikukuhkan di semua Kwartir Cabang se-DIY beberapa waktu lalu, bisa betul-betul mempunyai kegiatan nyata menangani remaja bermasalah.

Dalam kesempatan itu GKR Mangkubumi mempersilakan Pramuka memanfaatkan ruang diskusi di Kwarda sebaik-baiknya. Dia pun siap diajak diskusi. (arie giyarto)